Pengeboman di Polsek Bontoala Makassar, Aktivis Ini Minta Kapolda Hentikan Pencitraan

Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sulsel, Ahmad Sirajul Munir.

Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sulsel, Ahmad Sirajul Munir.

SIDRAP, DJOURNALIST.com – Momen pergantian malam tahun baru di Sulsel, telah tercederai dengan terjadinya kasus pengeboman di Polsek Bontoala, Makassar dengan melukai sejumlah personil anggota Polsek yang sedang melakukan penjagaan.

Kasus ini rupanya menjadi sorotan dari berbagai pihak, khususnya aktivis didaerah ini yang menilai kondisi ini memberikan suatu indikasi kalau faktor keamanan masyarakat sangat jauh dari aman, sehingga pencitraan yang dilakukan Kapolda Sulsel yang baru, hendaknya dihentikan. 

Demikian disampaikan Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sulsel, Ahmad Sirajul Munir, yang saat ini menjabat sebagai Ketua 1 PMII Sulsel, berharap Kapolda Irjen Pol Umar Septono untuk fokus dengan sejumlah masalah yang terjadi di wilayah hukumnya. 

Seperti yang terjadi beberapa hari lalu, disaat masyarakat Sulsel, khususnya warga kota Makassar yang akan melepas malam tahun baru, rasa amannya telah terusik, apalagi lokasi kasus tersebut merupakan salah satu garda terdepan yang seharusnya memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga. 

“Berhentilah melakukan pencitraan, harusnya fokus tangani kasus mandek yang terjadi di daerah ini, seperti pil PCC dan sejumlah kasus lainnya. Masyarakat butuhkan keamanan dan kinerja yang riil, bukan pencitraan,”harap Ahmad Sirajul, Selasa Januari 2018.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulsel yang berusaha dikonfirmasi melalui pesan WhatsAp nya, sesaat lalu terkait motif apa yang melatarbelakangi terjadinya kasus pengeboman Polsek Bontoala, belum mendapat respon, walaupun pesan tersebut sudah masuk. (**)