Motif Pembakaran Motor di Gowa Berawal dari Chating di Medsos Facebook

GOWA, DJOURNALIST.com - Tak mau berlama-lama, Timsus Anti Bandit bentukan Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga langsung bergerak cepat, menindaklanjuti peristiwa main hakim sendiri yang dilakukan oleh sekelompok remaja dengan cara membakar motor Yamaha Jupiter Z warna hijau bernopol DD 4187 BV, yang dikendarai oleh Muh.Fikram (16) dan Reza (15). Keduanya mendapatkan perlakuan sadis saat tengah melintas di Jl.Palantikang pada Kamis 4 Januari 2018, sekitar pukul 22.00 wita. Alhasil, pelaku pembakaran yang berjumlah delapan orang tersebut beehasil diringkus dalam kurun waktu kurang dari satu hari oleh tim anti bandit Polres Gowa. “Modus pelaku, menghadang dan memaksa turun korban serta membakar motor tersebut menggunakan thinner sebagai media bakarnya,” ujar AKBP Shinto Silitonga dalam rilis tertulisnya kepada wartawan, Jumat 5 Januari 2018. Kedelapan orang tersebut saat ini telah diamankan dan menjalani pemeriksaan, lima diantaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka. Kelima pelaku yang sudah dinyatakan sebagai tersangka adalah, MI als Jibang (17) seorang buruh bangunan, WY als Ono (23) pengangguran, LH als Akim (23) pengangguran, FD als Daus (25) sekuriti, dan KSR als Isar (30) karyawan,” jelas Shinto. Shinto mengungkapkan, motif aksi main hakim sendiri tersebut berawal dari pengakuan kerabat salah satu pelaku jika ia diganggu oleh teman korban dengan mengirim chatting berbau mesum melalui medsos Facebook. “Kami (Polres Gowa) tidak akan membiarkan masyarakat untuk main hakim sendiri. Itu sama saja dengan premanisme. Bila tadi akar masalahnya terkait chatt mesum, anda bisa laporkan ke kami. Itu jelas melanggar UU Informasi dan transaksi elektronik. Jangan malah main hakim sendiri seperti ini,” tegas Shinto Silitonga. Selain meringkus pelaku Tim Anti Bandit juga telah melakukan penyitaan terhadap sepeda motor Yamaha yang telah dibakar dan 1 botol thinner yang digunakan sebagai media bakar. Akibat perbuatannya Kelima pelaku dijerat dengan Pasal 187 KUHP tentang pembakaran dan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dengan ancaman pidana 12 tahun penjara. (**)

GOWA, DJOURNALIST.com – Tak mau berlama-lama, Timsus Anti Bandit bentukan Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga langsung bergerak cepat, menindaklanjuti peristiwa main hakim sendiri yang dilakukan oleh sekelompok remaja dengan cara membakar motor Yamaha Jupiter Z warna hijau bernopol DD 4187 BV, yang dikendarai oleh Muh.Fikram (16) dan Reza (15).

Keduanya mendapatkan perlakuan sadis saat tengah melintas di Jl.Palantikang pada Kamis 4 Januari 2018, sekitar pukul 22.00 wita.

Alhasil, pelaku pembakaran yang berjumlah delapan orang tersebut beehasil diringkus dalam kurun waktu kurang dari satu hari oleh tim anti bandit Polres Gowa.

“Modus pelaku, menghadang dan memaksa turun korban serta membakar motor tersebut menggunakan thinner sebagai media bakarnya,” ujar AKBP Shinto Silitonga dalam rilis tertulisnya kepada wartawan, Jumat 5 Januari 2018.

Kedelapan orang tersebut saat ini telah diamankan dan menjalani pemeriksaan, lima diantaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Kelima pelaku yang sudah dinyatakan sebagai tersangka adalah, MI als Jibang (17) seorang buruh bangunan, WY als Ono (23) pengangguran, LH als Akim (23) pengangguran, FD als Daus (25) sekuriti, dan KSR als Isar (30) karyawan,” jelas Shinto.

Shinto mengungkapkan, motif aksi main hakim sendiri tersebut berawal dari pengakuan kerabat salah satu pelaku jika ia diganggu oleh teman korban dengan mengirim chatting berbau mesum melalui medsos Facebook.

“Kami (Polres Gowa) tidak akan membiarkan masyarakat untuk main hakim sendiri. Itu sama saja dengan premanisme. Bila tadi akar masalahnya terkait chatt mesum, anda bisa laporkan ke kami. Itu jelas melanggar UU Informasi dan transaksi elektronik. Jangan malah main hakim sendiri seperti ini,” tegas Shinto Silitonga.

Selain meringkus pelaku Tim Anti Bandit juga telah melakukan penyitaan terhadap sepeda motor Yamaha yang telah dibakar dan 1 botol thinner yang digunakan sebagai media bakar.

Akibat perbuatannya Kelima pelaku dijerat dengan Pasal 187 KUHP tentang pembakaran dan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dengan ancaman pidana 12 tahun penjara. (**)