Nama Organisasinya Dicatut, Begini Reaksi Pemuda Muslimin Indonesia Sulsel

Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Pemuda Muslimin Indonesia Sulawesi Selatan, Muh Kasman.

Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Pemuda Muslimin Indonesia Sulawesi Selatan, Muh Kasman.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Pemuda Muslimin Indonesia Sulawesi Selatan, Muh Kasman, dibuat berang dengan adanya kelompok mengatasnamakan Pemuda Muslimin Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan yang berencana menggelar Musyawarah Wilayah Ke-XII, Rabu 10 Januari 2018 di Baruga Anging Mamiri Rumah Jabatan Walikota Makassar.

Menurut Kasman, pencatutan nama lembaga yang telah disahkan oleh negara adalah sebuah pelanggaran hukum dan bisa dipolisikan.

“Kiprah Pemuda Muslimin Indonesia di dunia kepemudaan tak bisa disepelekan. Hal ini membuat munculnya pihak-pihak yang ingin mendompleng pada kesuksesan dan mengklaim jejak perjuangan Pemuda Muslimin Indonesia. Seperti yang terjadi di Makassar Sulawesi Selatan,” kata Kasman, Senin (8/1/2018).

Kasman menjelaskan, Pemuda Muslimin Indonesia adalah organisasi kepemudaan yang didirikan di Yogyakarta, 25 November 1928 atas kepeloporan tokoh-tokoh pejuang kemerdekaan, yakni Agussalim, S.M. Kartosuwiryo, A.M. Sangadji, Muhammad Sardjan, Samsuridjal, Abdul Gani, dan Soemadi.

Kegigihan dan konsistensinya dalam melakukan pengaderan terhadap generasi muda muslim di Indonesia membuat organisasi ini bisa bertahan hingga hari ini. Telah 87 tahun waktu dilewati, dan telah sekian banyak kader umat dan bangsa yang dihasilkan.

“Meskipun telah hadir sebelum negara ini merdeka, namun sebagai bentuk ketaatan pada aturan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Pemuda Muslimin Indonesia ikut mendaftarkan diri untuk mendapatkan legalitas sebagai organisasi yang sah beraktivitas di wilayah NKRI,” katanya.

Pengakuan negara tersebut kata Kasman dibuktikan melalui Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM No. AHU-0000119.AH. 01.07.TAHUN 2015 tentang Pengesahan Pendirian Badan Hukum Perkumpulan Pemuda Muslimin Indonesia tertanggal 02 Februari 2015 dengan kepengurusan Pimpinan Besar Masa Jihad 2014-2019 diketuai oleh M. Muhtadin Sabili bersama Eviek Budianto sebagai Sekretaris Jenderal.

Begitupun di daerah ini, kepengurusannya mendapatkan pengesahan melalui Surat Keputusan Pimpinan Besar Pemuda Muslimin Indonesia No. 010/B/SK/PB-MSXII/XII/2014 tentang Pengesahan Komposisi dan Susunan Pengurus Pimpinan Wilayah Pemuda Muslimin Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan Masa Jihad 2014-2018, yang menunjuk Muhammad Kasman, S.E. (Ketua Umum) dan Muhtar, S.Pd. (Sekretaris Umum.

“Oleh karena itu, kami menyerukan kepada oknum yang mengatasnamakan Pemuda Muslimin Indonesia dan akan menggelar Musyawarah Wilayah Ke-XII untuk segera menghentikan tindakan pencatutan nama organisasi yang anda lakukan, atau kami akan mengambil langkah hukum,” tegas Kasman. (**)