Seorang Kakek Ditemukan Tak Bernyawa, Diduga Makan Racun Ulat

Ilustrasi. (foto: int)

Ilustrasi. (foto: int)

BONE, DJOURNALIST.com – Warga Dusun Buhu, Desa Wae Tuwo, Kecamatan Kajuara, Kabupaten Bone, Sulsel, ditemukan tak bernyawa di rumah kebun miliknya di Dusun Data, Desa Kawerang, Kecamatan Kajuara, Selasa (9/1/2018) sekitar pukul 12.10 Wita. Diduga, korban meninggal dunia setelah makan racun ulat.

Kapolsek Kajuara Akp Habil saat dikonfirmasi tribratanews mengatakan, korban bernama A. Ramli Petta Rala (64) awalnya membakar semua pakaiannya di depan rumahnya yang disaksikan oleh warga setempat bernama Firdaus dan ditemukan tak bernyawa oleh kerabatnya bersama petugas Polsek Kajuara di rumah kebunnya.

“Jadi setelah dia (korban) bakar pakaiannya di depan rumahnya, korban lalu menuju ke rumah kebunnya disaksikan oleh warga setempat bernama Firdaus dengan mengendarai sepeda motor,” kata Kapolsek

Kami yang menerima informasi terkait pembakaran tersebut, lanjut Kapolsek. “Saya bersama anggota turun ke TKP, dan kerabat korban meminta kepada saya untuk segera diamankan korban karena dikhawatirkan akan melakukan pembakaran yang lebih besar lagi, sehingga kami bersama warga mencari korban di rumah kebun,” tuturnya

“Setibanya di rumah kebun, kami menemukan korban tergeletak di dalam rumah kebun dan di samping korban terdapat kue dan dua sachet insektisida merk DANGKE 40 WP yang merupakan racun ulat dan setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis korban dinyatakan meninggal dunia,” pungkas Akp Habil.

Pihak Puskesmas Kajuara yang melakukan pemeriksaan tidak menemukan tanda tanda kekerasan dan korban mengeluarkan air seni serta mulut berbusa, diduga kuat Korban yang hidup sebatangkara ini mengakhiri hidupnya dengan memakan kue yang telah ditaburi serbuk racun ulat.

Dari informasi yang dihimpun, korban A. Ramli diduga mengalami depresi berat setelah sekian lama menduda sehingga membakar semua pakaiannya dan tega mengakhiri hidupnya sendiri.

Keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi dan telah mengikhlaskan kepergian korban untuk segera dimakamkan.

“Keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi sehingga kami buatkan berita acara penolakan otopsi,” tutup Kapolsek Kajuara. (**)