Terkenal Sadis, Pelaku Curanmor Tewas Ditembak

ilustrasi. (foto: int)

ilustrasi. (foto: int)

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Satu dari dua pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) tewas diterjang timah panas dari salah satu anggota Timsus Unit V Subdit 3 Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Hal ini berdasarkan dua Laporan Polisi, LP/24/I/2018/PMJ/Ditkrimum, tanggal 10 Januari 2018 dan LP/36-Cik-Sel/K/I/2018/Restro Bekasi, tanggal 10 januari 2018.

Kasubbid Penmas Bid. Humas Polda Metro Jaya AKBP I Gede Nyeneng menjelaskan jika pada saat itu Timsus Resmob hendak melakukan pengembangan kasus penembakan di Pondok Ranggon dan kasus pencurian di salah satu kontrakan di Kp. Cijingga RT. 01/02, Desa Serang, Bekasi.

Baca Juga:

    Saat melewati wilayah Cisarua, tim Resmob melihat dua pelaku sedang mengendara sepeda motor. Saat itulah petugas bereaksi dan melakukan pengejaran.

    Petugas yang berusaha menyalip dan menghentikan laju kendaraan keduanya namun selalu mendapatkan perlawanan. Karena takut dan paniknya, pelaku pun melepaskan tembakan kearah petugas.

    “Tersangka SW (31) dilumpuhkan petugas karena berusaha menyerang bahkan menghujani anggota dengan senjata Revolver rakitan miliknya,” ujar AKBP I Gede Nyeneng kepada wartawan di depan kantor Resmob Polda Metro Jaya, dilansir laman tribrata news, Jumat (12/01/2018).

    Wadir Krimum, AKBP Ade Ary Syam Indradi mengungkapkan jika aksi pelaku sangat meresahkan dan membahayakan bagi para korbannya.

    “Dalam beraksi pelaku mempersenjatai diri dengan senjata api, dia ini tergolong nekat dan tak segan-segan melukai calon korbannya,” ungkap AKBP Ade Ary Syam Indradi.

    Ade mengatakan jika SW tertembak di punggung sebelah kanan dan tewas di tengah jalan saat hendak dibawa ke rumah sakit Polri. Sedangkan rekan yang bersamanya berhasil kabur menggunakan sepeda motor matik

    “Belum sampai Rumah Sakit pelaku sudah meninggal dunia, untuk rekannya kini masih dalam pengejaran kami,” ujarnya.

    Selain melumpuhkan SW, Resmob juga berhasil mengamankan barang bukti satu unit sepeda motor Yamaha Vixion warna hitam Nopol. B 3192 FYR, Senpi Rakitan, 5 butir peluru 9 m, tas punggung hitam, satu kunci letter T berikut 3 anak kunci letter T, hp Nokia, Dompet Hitam dan topi hitam lambang Hankam.

    Jika seorang rekan pelaku tertangkap maka akan dikenakan Pasal 363 KUHP dan Pasal 1 ayat (1) UU Darurat Nomor 12 tahun 1951, dengan ancaman hukuman penjara masing-masing 7 tahun dan 20 tahun penjara. (**)