Calon Walikota Makassar Ini Peduli Korban Kebakaran Kandea

Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Munafri 'Appi' Arifuddin dan Rachmatika 'Cicu' Dewi menyambangi lokasi kebakaran di pemukiman warga Jl Kandea 2 Lr 118, Kamis (25/1/2018) Sore.

Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Munafri 'Appi' Arifuddin dan Rachmatika 'Cicu' Dewi menyambangi lokasi kebakaran di pemukiman warga Jl Kandea 2 Lr 118, Kamis (25/1/2018) Sore.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Munafri ‘Appi’ Arifuddin dan Rachmatika ‘Cicu’ Dewi menyambangi lokasi kebakaran di pemukiman warga Jl Kandea 2 Lr 118, Kamis (25/1/2018) Sore.

Keduanya menelusuri lorong sempit menuju lokasi kebakaran sembari menyapa sejumlah warga. Bahkan Appi-Cicu juga berkesempatan berbincang dengan para korban terkait dengan keluhan akibat bencana kebakaran yang dialami.

Usai memantau aktifitas warga yang tengah membersihkan puing-puing sisa kebakaran, Appi-Cicu pun menyerahkan sejumlah bantuan di Posko siaga bencana yang telah didirikan. Bantuan berupa Mie instan, air mineral, pakaian layak pakai, selimut, sarung serta keperluan bayi dan balita diserahkan kepada perwalikan warga.

Tak hanya itu pada saat penyerahan sumbangan, Appi yang turut didampingi istri tercinta, Melinda Aksa, yang tak lain merupakan Ketua Yayasan Bosowa Peduli juga menyumbangkan semen bagi rencana pembangunan rumah baru bagi para korban.

Bahkan Appi juga meminta timnya mendata jumlah rumah yang rusak akibat kebakaran untuk kemudian diberikan bantuan uang tunai sebanyar Rp 10 Juta per rumah.

“Nanti tim kami mendata jumlah rumah yang rusak, kami bakal berikan bantuan untuk pembangunan rumah warga yang rusak berupa semen serta uang tunai Rp 10 juta bagi yang rusak parah dan Rp 5 juta yang rusak ringan,” tutur Appi dihadapan warga yang kemudian disambut dengan suka cita.

Korban kebakaran Jl kandea pun mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diberikan. Menurut ketua RW setempat yang juga menjadi salah satu korban kebakaran, Syahruddin (53), bantuan tersebut sangat dibutuhkan apalagi turun langsung melihat kondisi warga yang tertimpa musibah.

“Kami bersyukur masih ada pihak-pihak yang peduli dan turun langsung melihat kondisi, syukur kami bertambah sebab bantuan-bantuan mendesak yang kami perlukan juga kami terima,” katanya.

Terkait dengan bencana kebakaran, Appi menerangkan bahwa sepatutnya wilayah padat penduduk yang aksesnya berupa lorong sempit harus menyiapkan Fire Hydrant. Appi beralasan, dalam kondisi mendesak warga memerlukan alat yang bisa langsunh digunakan sebagai pertolongan pertama sebelum armada pemadam kebakaran tiba di lokasi.

“Kondisi pemukiman begini perlu pertologan pertama berupa Hydrant tapi nyatanya tak demikian. Sebab kalau mengandalkan pemadam kebakaran akan telat, aksesnya juga pasti bakal kesulitan,” paparnya.

Sebelumnya Si Jago Merah mengamuk di Jl Kandea 2 Lorong 118 (belakang pekuburan Arab), Kelurahan Bontoala Tua, Kecamatan Bontoala, Makassar Kamis (25/1), sekitar pukul 02.30 Wita. Belasan rumah dilalap hingga hangus. Akibatnya 22 KK dengan 81 jiwa kehilangan tempat tinggal. Api diduga bermula dari rumah Dg Rohani.

Saat warga sudah terlelap, api mengamuk dan dengan cepat menyebar dari satu rumah ke rumah lainnya. Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar mengerahkan 14 armada dan berjibaku sekitar dua jam untuk menaklukkan api. (**)