Cerita Sumur Tua Keramat di Makassar Hingga Ritualnya

Sumur Tua yang terletak di Jalan Antang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar. (foto: djournalist.com)

Sumur Tua yang terletak di Jalan Antang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar. (foto: djournalist.com)

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Satu hingga empat warga yang ditemui untuk mengetahui persis lokasi sumur tua yang disebut “Bungung Lompoa” itu. Kemunculan sumur yang terletak di daerah Antang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Provinsi Sulsel tersebut memiliki cerita yang awalnya hanya sebuah lubang kecil.

BACA JUGA: Menguak Misteri Sumur Tua di Makassar, Tak Mempan Diterangi

Terletak di pertengahan pengujung sebuah lorong, sumur itu dibentengi pembatas setinggi satu meter dengan cet berwarna hijau. Di samping sumur itu ada lima warga terlihat sedang berbincang di pekarangan rumah. Menyambangi mereka dengan salam, saya pun memilih duduk di samping perempuan tua yang usianya sekira 50 tahun.

Sumur Tua yang terletak di Jalan Antang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar. (foto: djournalist.com)

Sumur Tua yang terletak di Jalan Antang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar. (foto: djournalist.com)

Wawancarapun dimulai. Nurhaeda yang memiliki panggilan Eda mengaku merupakan warga asli di Antang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar.

“Sumur ini tidak digali. Ceritanya orang tua dulu hanya menancapkan benda tajam ke tanah dan keluar air.
Sumur ini ukurannya kecil dulu, semakin lama makin besar itumi dibilang bungung lompoa. Hingga sekarang berbentuk lingkaran seperti sumur,” kata Eda, kepada Djournalist.com, Rabu 21 Februari 2018.

Sumur Tua yang terletak di Jalan Antang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar. (foto: djournalist.com)

Sumur Tua yang terletak di Jalan Antang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar. (foto: djournalist.com)

Lebih lanjut Eda menceritakan beberapa warga di area sumur tua itu meyakini jika sumur tersebut membawa rejeki, baik untuk warga sekitar maupun orang yang pernah mengunjungi sumur itu.

“Kalau kita di sini tiap dua tahun lakukan Sungkabala (ritual). Itu dilakukan supaya terhindar dari yang tidak baik. Dan saat Sungkabala itu dilangsungkan beberapa warga yang mengambil air sumur itu di botol,” bebernya.

Disebut sebagai sumur yang sakral, “Bungung Lompoa” ini juga tidak pernah mengalami kekeringan meski Sulawesi Selatan memasuki musim kemarau.

Sumur Tua yang terletak di Jalan Antang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar. (foto: djournalist.com)

Sumur Tua yang terletak di Jalan Antang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar. (foto: djournalist.com)

“Airnya ini sumur tidak pernah kering meski musim kemarau. Dulu musim kemarau orang dari luar saja ambil air ke sini. Walaupun siang hari airnya dingin. Banyak juga orang dari luar ambil airnya ini sumur karena katanya bisa melancarkan rejeki,” cetusnya.

Sebagai sumur yang diyakini membawa rejeki, “Bungung Lompoa” ini juga kerap dikunjungi oleh sejumlah orang yang akan mengikuti pemilihan daerah. “Sering juga datang orang di sini yang mau ikut pemilihan. Pak Walikota Makassar juga saat meresmikan ini lorong sempat cuci muka di sumur ini,” ungkap Eda. (**)