Hujan Es di Wajo dari Sisi Ilmiah

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Menurut Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wil IV Makassar, fenomena hujan es yang terjadi di Kabupaten Wajo adalah fenomena Water Spout.

Yaitu, angin puting beliung yang dasarnya mencapai permukaan air (seperti laut, danau, atau sungai).

Fenomena ini berasal dari dasar awan Cumulonimbus (Awan Cb) yang menjulang tinggi hingga mencapai ketinggian tropopause.

Selain itu, menurut prakiraan, musim hujan, Wilayah Wajo memasuki musim hujan antara Maret/April.

Sehingga masa sekarang bisa dikatakan masa peralihan/pancaroba. Peluang untuk tumbuh awan Cb besar.

” Awan Cb yang tumbuh secara intens bisa menimbulkan hujan deras, kilat/petir, angin kencang, puting beliung, dan hujan es,” ujar Siswanto, Kepala Sub Bidang Pelayanan Jasa BMKG Wilayah IV Makassar, Selasa 27 Februari 2018.

Siswanto menyebut, pembentukan awan Cb bisa disebabkan oleh faktor lokal (Pengaruh Orografik, Proses Konveksi) atau Faktor Regional (Angin Monsoon).

Memang saat ini lanjut Siswanto, selain dari pesisir barat, konfektif yang cukup kuat di wilayah Kabupaten wajo bagian barat bisa saja ketika terjadi perubahan suhu di sekitarx secara tiba-tiba.

Sehingga, jika diliat kondisi labilitas atmosfir dalam kondisi labil,maka perubahan suhu dan perbedaan tekanan ini yang mengakibatkan kedua fenomena tersebut terjadi.

” Ini mengindikasikan sebagian wilayah wajo cenderung memasuki proses peralihan musim atau transisi. Selain proses awalnya karena adanya pertumbuhan awan cb comulunimbus,
dan alhamdulillah kami BMKG sudah berkordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wajo,” lanjut Siswanto.

Sebelumnnya diketahui, beredar video di sosial media terkait fenomena hujan es di salah satu kecamatan di Kabupaten Wajo yang diunggah salah satu warga. Kejadian ini pun sontak membuat warga Wajo bertanya-tanya terkait kejadian ini. (**)