Lewat Grup Facebook Tim Cyber Crime Polda Sulsel Ringkus Penghina Fatmawati Rusdi

Ilustrasi Cyber Crime

Ilustrasi Cyber Crime

MAKASSAR, DJOURNALIST.com-Tim Cyber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel berhasil mengamankan pelaku penyebaran konten bernada penghinaan dan pecemaran menggunakan akun Facebook terhadap salah satu paslon bupati di Kabupaten Sidrap berhasil ditangkap polisi.

Pelaku diketahui berinisial MUG (38) diamankan oleh Tim Cyber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel di Pangkajene, Kabupaten Sidrap, Sabtu 10 Maret 2018 pekan lalu.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani, menuturkan bahwa, pelaku sengaja melakukan manipulasi terhadap akun Facebook milik orang lain dengan cara mengubah nama, foto, hingga informasi profil untuk menyebarkan konten penghinaan dan pencemaran nama baik di dalam Grup Pilkada Sidrap 2018.

Baca Juga:

    “Pelaku melakukan manipulasi terhadap akun Facebook orang lain bernama Ghofur Mun Farid yang merupakan anggota Polri yang bertugas di Polres Mukomuko Polda Bengkulu untuk melakukan pencemaran nama baik di dalam Grup Pilkada Sidrap,” ujar Dicky saat ditemui di Mapolda Sulsel, Selasa 13 Maret 2018.

    Menurut Dicky, dalam status Facebook yang ia unggah di dalam grup Facebook Pilkada Sidrap 2018, pelaku mengatakan, “Katanya bapak Heri Yanto berbicara tentang tutur kata yang baik itu mencerminkan kepribadian seseorang, sangat lucu bagi saya kawan coba simak semua tutur kata dari orangnya Fatma istri sang koruptur ada tidak tutur katanya yang mencerminkan pribadi yang baik”.

    Sementara itu, di hadapan awak media pelaku mengaku melakukan hal tersebut karena ia merupakan simpatisan dari paslon bupati lain di Pilkada Sidrap 2018.

    “Bukannya saya tidak suka tetapi saya sudah menyatakan sikap mendukung Doamu di Pilkada Sidrap,” ujar MUG.

    Hingga saat ini, pelaku beserta barang bukti telah ditahan di Rutan Mapolda Sulsel guna menjalani proses hukum lebih lanjut.Dari tangan tersangak polisi berhasil menyita barang bukti berupa dua buah telepon genggam jenis Samsung dan Vivo.(**)