Awasi Travel, Kemenag Siapkan Aplikasi SIPATUH

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Kementerian Agama melaunching aplikasi Sistem Informasi Pengawasan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (SIPATUH) 1 April mendatang.

Sistem layanan berbasis elektronik (web dan mobile) ini diharapkan menjadi solusi pengawasan terhadap penyelenggaraan perjalanan ibadah umrah dan haji khusus.

” Insya allah kita launcing 1 April, jamaah nantinya bisa memantau rencana perjalanan ibadah umrahnya, sejak mendaftar hingga sampai pulang kembali ke Tanah Air,” terang Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan H Abd Wahid Thahir disela-sela Konferensi Pers di Kantor Kemenag Sulsel Jalan Nuri, Rabu 28 Maret 2018.

Wahid Thahir menegaskan, aplikasi ini nantinya memuat sejumlah informasi yang penting untuk diketahui jamaah antara lain, pendaftaran jemaah umrah, paket perjalanan yang ditawarkan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) termaksud harga paket dan pemantauan penyediaan tiket yang terintegrasi dengan maskapai penerbangan.

Tidak hanya itu, aplikasi ini juga memuat alur pemesanan visa yang terintegrasi dengan Kedutaan Besar Saudi Arabia, Validasi identitas jemaah yang terintegrasi dengan Dukcapil, dan Pemantauan keberangkatan dan kepulangan yang terintegrasi dengan Imigrasi.

Melalui SIPATUH, lanjutnya, jemaah akan memperoleh nomor registrasi pendaftaran sebagai bukti proses pendaftaran yang dilakukan sesuai peraturan. Artinya, proses akhir pendaftaran adalah keluarnya nomor registrasi umrah (sejenis nomor porsi dalam pendaftaran ibadah haji).

Dengan nomor registrasi ini, jemaah bisa memantau proses persiapan keberangkatan yang dilakukan oleh PPIU, mulai dari pengadaan tiket, pemesanan akomodasi, hingga penerbitan visa.

Bercermin dari kasus kegagalan pemberangkatan ribuan jamaah abu tour, Wahid Thahir pun mengimbau beberapa hal, diantaranya, meminta calon jamaah untuk memilih travel umrah berizin resmi, menakar harga paket umrah yang ditawarkan, memastikan saat mendaftar memperoleh nomor registrasi untuk mengecek proses pemberangkatan melalui SIPATUH serta memastikan paket yang ditawarkan sesuai standar pelayanan.

“Jadi, untuk lebih aman, gunakan SIPATUH saat mendaftar umrah. PPIU yang terdaftar di SIPATUH sudah dipastikan mendapat izin resmi dari Kementerian Agama. Paket yang ditawarkan pun sudah memenuhi standar pelayanan minimal,”q imbuhnya.

Sebelumnnya, Kementerian Agama Sulsel resmi mencabut izin usaha travel perjalanan haji dan umrah Abu Tours.

Sehingga travel ini sudah tidak dapat beroperasi lagi. Tak hanya di Sulawesi Selatan tapi di seluruh daerah dan beberapa kantor cabang provinsi lain.

Menurutnya, Abu Tours dinyatakan gagal memberangkatkan jemaah sekitar 86.720 jamaah yang tersebar di 15 kota seluruh Indonesia dan 60 ribu jamaah di Sulsel.

Setelah pencabutan ini, Kemenag Sulsel berupaya melakukan sosialisasi ke masyarakat bahwa perusahaan ini tidak dapat lagi dipakai untuk memberangkatkan haji dan umrah.

Terkait uang jemaah yang gagal berangkat, Kementerian Agama menunggu hasil keputusan pengadilan. Namun demikian ia berharap mereka dapat berangkat. Dimana total kerugian jemaah diprediksi mencapai Rp1,4 triliun.

” Kami resmi mencabut izin operasi abu tour, imbauan kami pertama adalah abu tour wajib mengembalikan dana jamah umrah baik yang telah mendaftarkan diri atau melimpahahkan jamaah ke travel lain tanpa dibebankan biaya,” tegasnya. (**)