Ratusan Aparat Kepolisian dan Brimob Berjaga-jaga di Kantor DPRD Makassar

MAKASSAR, DJOURNALIST.com  -Ratusan Aparat Kepolisian dan Brimob diutus melakukan pengamanan di lokasi aksi ratusan massa pendukung Ramdhan “Danny” Pomanto – Indira Mulyasari Paramastuti Ilham (DIAmi) yang kembali menggelar aksi sejak pukul 9.00, di Gedung DPRD Kota Makassar, Jl. AP. Pettarani, Senin 9 April 2018.

Massa kembali menuntut penjelasan dari 13 Anggota DPRD Kota Makassar yang tergolong dalam Gerakan Aksi Fraksi (GAS).

Dalam aksi ini, massa mengadirkan miniatur sel penjara yang dihiasi dengan foto 13 legislator tersebut, yang disimbolkan sebagai penjara rakyat.

Salah satu perwakilan dari RT/RW, Amruddin Dg. Sitara, yang diutus untuk masuk melakukan mobilisasi bersama 20 massa lainnya sebagai perwakilan dari beberapa tim relawan pemenangan, murka karena 13 wakil rakyat yang tidak menemui mereka.

“Saya tidak bisa tinggal diam ketika wakil rakyat tidak menjalankan aturan dengan benar. Mereka yang harusnya memberi contoh, bukan malah melakukan fasilitas negara untuk kampanye,” amuknya saat menyambangi Ruang Paripurna lantai 3 DPRD Kota Makassar.

Saat ditemui oleh salah satu anggota DPRD, Andi Nurman di depan Ruang Rapat Paripurna, massa justru berlaku kasar dan menyebut anggota DPRD itu bodoh.

“Kami tidak bodoh, anda yang bodoh. Kalau anda pintar, anda pasti tahu aturan bukannya melakukan tindakan yang salah. Kami datang di sini aksi damai,” ujarnya sambil mendorong Andi Nurman hingga terjatuh. (**)