Tolak Kenaikan BBM Berakhir Ricuh, HMI Cabang Makassar Tuntut Tiga Koleganya Dilepaskan

HMI Cabang Makassar melakukan blokade tolak kenaikan BBM yang berakhir ricuh

HMI Cabang Makassar melakukan blokade tolak kenaikan BBM yang berakhir ricuh.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com — Aksi damai yang digelar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Makassar, Rabu 11 April 2018 berakhir ricuh. Hal itu disebabkan oleh tindakan represif aparat kepolisian.Tindakan represif tersebut mengakibatkan kader HMI terluka parah.

Bermula saat aksi menuntut penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Jalan fly Over tersebut menahan mobil tangki pertamina untuk dijadikan panggung aksi. Ketika beberapa kader berada di atas truk. Mobil tangki yang diduduki berusaha untuk melaju dan kabur sehingga kondisi yang kondusif mulai memanas. Ditambah lagi pihak kepolisian yang berjaga langsung melakukan tindakan represif terhadap massa aksi.

“Ada banyak kader HMI yang dipukuli, bahkan ada yang terseret di mobil. Kami sangat mengecam tindakan kepolisian. Apalagi mereka menahan kawan kami yang notabenenya adalah korban,” kecam Kabid PTKP HMI Cabang Makassar, Mansyur.

Baca Juga:

    Adalah Bombom yang menjadi korban kekerasan dan mengalami luka robek di bagian pelipisnya. Namun, saat ini, Bombom yang terluka diamankan pihak kepolisian.

    “Seharusnya dia diobati, bukan ditahan.” tambah Mansyur.

    Selain Bombom, adalah Ilham, Rahmat, dan Sayidul yang diamankan pihak kepolisian.

    Hingga saat ini pukul 22.00 WITA, kader HMI Cabang Makassar masih melakukan aksi lanjutan dan melumpuhkan Jalan Bontolempangan. Mereka menuntut dibebaskannya kader yang ditahan dan mwminta pigak kepolisian bertanggung jawab.

    “Kami akan tetap menutup Jalan Bontolempangan sampai kader kami dibebaskan,”katanya. (**)