Soal Aksi Koboi Pihak Kepolisian, Begini Penjelasan Polda Sulsel

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Terkait video seorang polisi menembak seorang pelaku pengguna narkoba di Jalan Manuruki yang viral di media sosial, pihak Polda Sulsel menggelar konfrensi pers Minggu, 29 April 2018.

Pihak Polda Sulsel membenarkan bahwa pada hari Selasa 24 April lalu, Bripka Andi Rahmat Jaya melakukan penembakan pada salah satu pengguna narkoba, Ashar (28) yang tertangkap basah sedang melakulan transaksi di depan apotek K24 Jalan Manuruki.

“Saat itu, Bripka Andi Rahmat Jaya sedang mengawal uang ATM milik Bank BNI Makassar. Pada saat akan melakukan pengisian uang, Bripka Andi Rahmat Jaya menemukan 2 orang yang sedang melakukan transaksi mencurigakan dengan sebungkus rokok dengan uang sebesar 150 ribu,” ujar Kombes Pol Dicky Sondani, Kabid Humas Polda Sulsel, saat menggelar konfrensi pers di lobby Mapolda Sulsel.

Terkait penembakan tersebut yang dinilai melanggar SOP, pihak Polda Sulsel sendiri mengklarifikasi hal tersebut. Menurutnya, tindakan yang dilakulan Bripka Andi Rahmat Jaya yang merupakan Ba. Subdit Pam Obvit itu sudah tepat.

“Bripka Andi Rahmat Jaya sudah mengambil keputusan yang tepat, karena dalam situasi seperti itu (ditugaskan untuk mengawal uang ratusan juta) lalu menemukan transaksi mencurigakan polisi harus mengambil tindakan tegas. Apalagi jika bertugas hanya sendiri.” tambah Dicky.

Sebagaimana pantauan Djournalist.com terhadap pelaku, memang ada luka di bagian paha tersangka. Tapi, luka tersebut bukan luka bekas tembakan.

“Memang ditembak dan luka. Tapi, tidak sampai tembus. Luka itu hanya percikan dari peluru. Seandainya ditembak pasti pincang, apalagi dari jarak sedekat itu,” ujar Dicky saat memperlihatkan tersangka beserta lukanya.

Saat ini, Bripka Andi Rahmat Jaya sedang diperiksa oleh pihak Propam Polda Sulsel. (**)