Karo Ops Polda Sulsel Ajak Pers Jadi Penyampai Berita Bukan Penyebar Ketakutan

Karo Ops Polda Sulsel, Kombes Pol Stephen Lapiun.

Karo Ops Polda Sulsel, Kombes Pol Stephen Lapiun.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Terkait ledakan bom yang bertubi-tubi menghantam Jawa Timur, Minggu, 13 Mei 2018 hingga Senin 14 Mei 2018, Karo Ops Polda Sulsel mengajak seluruh pihak untuk mengantisipasi kejadian serupa di Sulawesi Selatan.

Hal tersebut disampaikan di Mapolda Sulsel pasca pemusnahan miras Senin, 14 Mei 2018.

“Tentunya kami harus bersinergi, TNI-Polri harus bersinergi, kami juga minta dukungan kepada seluruh elemen masyarakat khususnya komunitas-komunitas supaya memberikan informasi yang cepat sehingga kita bisa mendapatkan informasi yang akurat,” ujar Karo Ops Polda Sulsel, Kombes Pol Stephen Lapiun.

Stephen Lapiun juga berharap kepada wartawan memberikan informasi yang cepat dan akurat, serta menjadi jaringan informasi.

” Kita harapkan dengan komunikasi kita dengan komponen masyarakat, komunitas masyarakat kita mendapatkan informasi cepat, termasuk dari wartawan. Makanya, kemarin saya sampaikan ke rekan-rekan wartawan supaya mau memberikan waktunya untuk menjadi jaringan informasi. Karena bisa jadi informasi bisa didapatkan rekan-rekan wartawan terlebih dahulu, ini sangat bermanfaat bagi kami. Kita harus perangi sama-sama kejadian extraordinary ini. Dengan demikian kita harapkan tidak terjadi di Provinsi Sulawesi Selatan,” sambungnya.

Selain koordinasi dengan TNI serta Kapolda, dan Kapolres, juga dilakukan dengan Satgaswil, Densus 88 wilayah, BIN Da, BNPT, serta instansi terkait yang berkompeten.

Lebih lanjut, Stephen Lapiun meminta kepada seluruh insan pers agar tetap menjadi penyampai berita, bukan penyebar ketakutan.

“Yang harus kita pahami bersama, termasuk insan pers bahwa tujuan teroris itu bukan berapa banyak korbannya, seberapa hebat ledakannya, tapi adalah membuat rasa ketakutan ini menyeluruh ke seluruh masyarakat dan itu yang tidak kita inginkan terjadi,” tambahnya. (**)