Kodam XIV Hasanuddin-Unhas Silaturrahmi, ini Pembahasannya

Kodam XIV Hasanuddin bersama civitas akademika Universitas Hasanuddin menggelar silaturrahmi di Baruga Hasanuddin Rujab Pangdam, Jalan Sungai Tangka Nomor 1 Kota Makassar.

Kodam XIV Hasanuddin bersama civitas akademika Universitas Hasanuddin menggelar silaturrahmi di Baruga Hasanuddin Rujab Pangdam, Jalan Sungai Tangka Nomor 1 Kota Makassar.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Kodam XIV Hasanuddin bersama civitas akademika Universitas Hasanuddin menggelar silaturrahmi di Baruga Hasanuddin Rujab Pangdam, Jalan Sungai Tangka Nomor 1 Kota Makassar.

Acara tersebut dirangkaikan dengan acara buka puasa bersama, Selasa, 29 Mei 2018.

Tampak hadir Pangdam XIV Hasanuddin, Mayjen TNI Agus Surya Bakti beserta jajarannya, serta dari pihak Universitas Hasanuddin Rektor diwakili oleh Sekretaris Universitas Hasanuddin, Nasaruddin Salam.

Kedua institusi yang sama-sama menggunakan nama pahlawan nasional asal Sulawesi Selatan tersebut memang telah lama menjalin kerja sama. Terlebih, saat ini, isu radikalisme di perguruan tinggi menjadi satu hal yang perlu diwaspadai.

“Ini bagaimana kita bersinergi, apalagi di universitas ini banyak anak muda yang lagi mencari identitas. Jadi jangan sampai mereka terpengaruh oleh hal-hal masa kuliahnya. Sehingga, kerjasama ini menjadi penting,” ujar Pangdam XIV Hasanuddin, Mayjen TNI Agus Surya Bakti.

Diakuinya, dari data BNPT yang terakhir dirilis bahwa radikalisasi telah memasuki area kampus.

Hal tersebut menjadi titik tekan dalam silaturrahmi tersebut, dan sangat diharapkan bahwa Universitas Hasanuddin mampu memantau mahasiswanya dan akan dibantu oleh aparat TNI.

“Kita harus melakukan pencegahan sejak awal. Sebelum itu terjadi kita harus antisipasi. Bukan saja oleh aparat keamanan, tetapi dari pihak dosen, civitas akademika, karena mereka leboh banyak berkegiatan di kampus,” sambungnya.

Senada dengan itu, Sekertaris Universitas Hasanuddin, Nasruddin Salam mengungkapkan, salah satu upaya yang dilakukan Universitas Hasanuddin dalam mencegah paham-paham radikalisme berkembang dengan melakukan pembangunan karakter.

“Kita banyak program, salah satunya adalah pembangunan karakter, dimana mahasiswa dilibatkan dibanyak kegiatan-kegiatan yang positif,” ujar Nasaruddin Salam.

Selain itu, diakuinya bahwa tidak semua kegiatan mahasiswa mampu dipantau, sebab acap mereka juga berkegiatan di luar kampus.

Olehnya itu, bentuk antisipasinya adalah dengan kerjasama yang telah terbangun ini, bahwa pihak keamanan sendiri mampu melakukan deteksi dini.

“Itulah salah satu bentuk kerjasama kami, seperti yang saya sampaikan bahwa apabila pihak keamanan menemukan indikasi-indikasi radikalisme secepatnya disampaikan agar dilakukan pendekatan yang lebih baik.” tutupnya. (**)