Akhir Kisah Raja Rampok Lintas Provinsi, Tewas Saat Hendak Menyerang Petugas

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Raja rampok lintas provinsi, Erik Tosepu (35) berakhir ditangan pihak kepolisian. Hal tersebut dibenarkan oleh Kasubdit IV Ditreskrimsus Polda Sulsel, Kompol Suprianto pada Rabu, 30 Mei 2018.

“Saat dilakukan pengembangan di wilayah Gowa, dia menunjukkan bukan TKP, melainkan tempat persembunyiannya. Disitulah dia kelabui petugas, dia serang petugas dengan samurainya. Petugas beeikan tembakan peringatan tiga kali tapi tidak diindahkan, malahan semakin membabi-buta, akhirnya kita melakukan tindakan tegas untul tembak di badan,” ujarnya.

Erik Tosepu ditembak di bagian dada saat itu juga. Petugas segera membawanya ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapatkan penanganan medis. Namun naas, belum sampai di Rumah Sakit Bhayangkara, Erik Tosepu sudah menghembuskan napas terakhirnya.

Sebagaimana diketahui, Erik Tosepu merupakan raja rampok yang tidak hanya beraksi di Sulawesi Selatan, melainkan juga di Sulawesi Tenggara.

“Saat diintrogasi, dia mengaku telah melakukan aksinya di Makassar, Gowa dan Bone. Sementara lintas provinsinya dia juga bermain di Sulawesi Tenggara,” lanjutnya.

Erik Tosepu tidak menjalankan aksinya sendiri. Setiap kali beraksi, dia bersama beberapa rekannya. Erik Tosepu merupakan otak dari aksi yang dijalankan bersama rekannya.

“Kawannya ada sekitar empat atau lima orang. Ada beberapa yang sudaj diamankan di Kendari (Sulawesi Tenggara),” sambungnya.

Selain itu, Erik Tosepu juga melibatkan istrinya, TK (30) dalam menjalankan aksinya. TK berperan untuk membagi hasil dari aksi yang dilakukan Erik bersama komplotannya. Saat ini, TK pun sudah diproses di Polres Bone dengan kasus yang sama.

“Istrinya sudah diproses di Polres Bone dengam kasus yang sama. Masih ada dua lagi komplotan Erik yang diburu, sudah DPO,” tambahnya.

Adapun jenazah dari Erik Tosepu sendiri masih berada di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar dan menunggu pihak keluarga untuk menjemputnya. (**)