Mangkir dari Panggilan, Aktivis Ini Sarankan Polisi Jemput Paksa Danny

Amar Angriawan, Ketua Komite Pusat Gerakan Revolusi Demokratik Makassar.

Amar Angriawan, Ketua Komite Pusat Gerakan Revolusi Demokratik Makassar.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Meski dipanggil Polda, Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan “Danny”  Pomanto seakan tak peduli. Ia mangkir dan beralasan, tak bisa hadir dengan alasan kesibukan.

Tidak hadirnya Danny dalam pemanggilan yang dilayangkan oleh penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Ditreskrimsus Polda Sulsel mendapat reaksi keras dari para aktivis penggiat anti korupsi.

“Ini cuma akal akalan saja, kalau menunggu waktu tidak ada kesibukan. Lalu kapan diperiksa? Karena seorang walikota pasti sibuk terus. Ini tidak bisa dibiarkan. Jangan menjadi contoh buruk dalam penegakan hukum, kalau tidak bisa datang sendiri, ya bisa cara lain, jemput langsung misalnya,”ujar  Amar Angriawan, Ketua komite pusat gerakan revolusi Demokratik Makassar, Senin 4 Juni 2018.

Menurut dia, dugaan keterlibatan walikota dalam berbagai kasus mega korupsi di Makassar, termasuk fee 30 persen di kecamatan semakin terang, sehingga tak bisa ditunda tunda lagi.

“Jangan ada kesan, karena jabatan wali kota, dengan seenaknya mengatur atur Polda. Dalam urusan hukum, semua orang kedudukannya sama. Mau pencuri ayam, motor atau korupsi ketapang, sama saja. Harus taat hukum,”jelas Amar.

Menurutnya, pak Danny mestinya  hadir dan memberi contoh yang baik selaku warga negara yang taat hukum.

“Bukan malah  mangkir dari panggilan penyidik tipikor Polda. Ini  sama saja tidak menghargai institusi negara. Etika Danny ini adalah tontonan buruk bagi warga kota makassar,”ucapnya. (**)