Lebih dari 200 Peserta Hadiri Seminar Ekonomi Nasional GenBI Sulsel

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Generasi Baru Indonesia (GenBI) bersama dengan Bank Indonesia menyelenggarakan Seminar Nasional di Aula Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan baru-baru ini.

Peserta terlihat antusias mengikuti rangkaian seminar. Seminar dengan tema “kondisi stabilitas perekonomian Indonesia terhadap gejolak ekonomi global” ini dihadiri oleh lebih dari 200 peserta yang telah berdatangan sejak pukul 07.30.

Seminar kali ini menghadirkan 3 pemateri yaitu Poerfika Agus Bachtiar, S.E. selaku perwakilan dari Kementerian Keuangan Regional Sulawesi Selatan, Dr. Anas Iswanto Anwar, S.E., MA. selaku dosen Ilmu Ekonomi FEB UNHAS, dan Rahmad Hadi Nugroho selaku Analis Senior dari Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan.

Rangkaian materi pada seminar ini dipandu oleh Andi Faisal Anwar, S.E., M.Si selaku moderator.

Seminar dimulai dengan pemaparan materi terkait tantangan dan prospek perekonomian Indonesia oleh Dr Anas Iswanto.

Ia menjelaskan bahwa tingkat pertumbuhan eknonomi di berbagai daerah sudah menunjukkan angka yang baik.

Namun Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi.

Salah satu tantangan tersebut adalah kesenjangan yang terjadi di masyarakat, dan produktifitas sumber tenaga kerja yang masih perlu lebih ditingkatkan.

Oleh karenanya diperlukan koordinasi antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi dan pemangku kepentingan lainnya dengan keterlibatan masyarakat untuk mendorong bersama pemerataan kesejahteraan.

Setiap tantangan tersebut dapat disiasati dengan strategi yang tepat oleh pemerintah.

Hal inipun disampaikan oleh pemateri kedua yaitu Poerfika Agus Bachtiar dengan membahas peningkatan kualitas kebijakan ekonomi melalui pengelolaan APBN yang transparan dan akuntabel.

Ia mengatakan bahwa APBN ini dapat memberikan dampak yang amat besar sehingga eksekusi penggunaannya dapat lebih dioptimalkan.

Pengetahuan masyarakat terhadap APBN juga diperlukan agar tidak gampang dipengaruhi oleh isu-isu hoax yang kerap muncul di media sosial.

Pembawaan materi ditutup oleh Rahmad Hadi Nugroho selaku perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan. Ia menuturkan materi terkait peran bauran kebijakan moneter dalam menjaga stabilitas nilai rupiah.

Rahmad menyebutkan bahwa Bank Indonesia terus berupaya untuk mengeluarkan kebijakan dengan melihat kondisi terkini dan prospek kedepan sehingga nilai rupiah dapat terjaga dan perekonomian Indonesia tetap kondusif.

Ia menambahkan bahwa stabilitas ekonomi dan keuangan di Indonesia baik selanjutnya diperlukan keesadaran masyarakat terhadap kaitan perekonomian global dan stabilitas nilai tukar rupiah, dengan demikian diharapkan agar masyarakat tidak gampang berspekulasi maupun panik. (Laras, Staf KOMINFO GenBI Sulsel)