Kasus Kandasnya KMP Lestari Maju, Bupati Selayar Akan Diperiksa?

Polda Sulsel telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus kandasnya KMP Lestari Maju di perairan Selat Selayar pada Selasa, 3 Juli lalu. Adalah nahkoda kapal, Agus Susanto, pihak Syahbandar Bira, Kuat Maryanto, dan pemilik kapal, Hendra Yuwono.

Polda Sulsel telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus kandasnya KMP Lestari Maju di perairan Selat Selayar pada Selasa, 3 Juli lalu. Adalah nahkoda kapal, Agus Susanto, pihak Syahbandar Bira, Kuat Maryanto, dan pemilik kapal, Hendra Yuwono.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Polda Sulsel telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus kandasnya KMP Lestari Maju di perairan Selat Selayar pada Selasa, 3 Juli lalu. Adalah nahkoda kapal, Agus Susanto, pihak Syahbandar Bira, Kuat Maryanto, dan pemilik kapal, Hendra Yuwono.

Pihak Polda Sulsel sendiri tidak menampik kemungkinan akan adanya tersangka lain pada kasus yang menewaskan 36 orang tersebut.

“Kami akan terus lakukan penyidikan kembali siapa-siapa saja yang bertanggungjawab terhadap laka laut KMP Lestari Maju ini, tidak menutup kemungkinan akan ada tambahan tersangka-tersangka baru. Namun untuk sampai hari ini kita tetapkan tiga tersangka,” ujar Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani, Rabu, 11 Juli 2018.

Penahanan pemilik KMP Lestari Maju, Hendra Yuwono karena dianggap lalai hingga menyebabkan korban kehilangan nyawa. Hasil dari penyidikan, bahwa Hendra Yuwono tidak memperbarui standar keselamatan serta tidak memperbarui dokumem kompetensi awak kapal.

Lebih lanjut, Dirreskrimsus Polda Sulsel, Kombes Pol Yudhiawan Wibisono menjelaskan bahwa pada kasus tersebut telah banyak saksi yang diperiksa, termasuk awak kapal, pihak pelabuhan, serta perhubungan laut.

Ketika disinggung keterlibatan Bupati Kepulauan Selayar, Yudhiawan Wibisono tidak menjawab secara spesifik kemungkinan pemeriksaannya. Namun, dirinya hanya membeberkan bahwa akan tetap melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait.

“Bupati Selayar belum kita periksa, untuk pemeriksaan saksi-saksi, masih banyak yang akan kita periksa,” tambahnya.

Pihak Ditreskrimsus Polda Sulsel sendiri masih terus mendalami kasus tersebut. Hendra Yuwono sendiri dikenakan pasal 359 KUHP subsider pasal 135 Undang-undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang pelayaran dan terancam hukuman minimal 5 tahun penjara.(**)