Enggan Bayar Pajak?Hati-hati, Nanti Bernasib Seperti 103 Pengendara Ini

Sebanyak 103 terjaring operasi penertiban pajak kendaraan di Jalan Tun Abdul Razak, Kabupaten Gowa, Selasa, 31 Juli 2018. Penertiban tersebut dilakukan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendapatan Wilayah Gowa atau Samsat Gowa bersama Polres Gowa dan Jasa Raharja.

Sebanyak 103 terjaring operasi penertiban pajak kendaraan di Jalan Tun Abdul Razak, Kabupaten Gowa, Selasa, 31 Juli 2018. Penertiban tersebut dilakukan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendapatan Wilayah Gowa atau Samsat Gowa bersama Polres Gowa dan Jasa Raharja.

GOWA, DJOURNALIST.com – Sebanyak 103 terjaring operasi penertiban pajak kendaraan di Jalan Tun Abdul Razak, Kabupaten Gowa, Selasa, 31 Juli 2018. Penertiban tersebut dilakukan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendapatan Wilayah Gowa atau Samsat Gowa bersama Polres Gowa dan Jasa Raharja.

Dari 103 kendaraan yang terjaring lantaran menunggak pajak, ada 46 kendaraan roda empat dan 57 kendaraan roda dua. Kepala UPT Pendapatan Wilayah Gowa, Zulkarnain Malik yang memimpin langsung operasi tersebut menjelaskan secara rinci, bahwa ada 44 kendaraan yang langsung bayar pajak di tempat.

“Roda dua itu 29 unit dengan total PKB Rp. 6.916.800 dan roda empat 15 unit dangan total pemasukan Rp. 43.044.900. Jadi total total PKB yang masuk ke kas negara sebesar Rp. 49.961.700. Dan yang tidak membayar diserahkan ke kepolisian untuk dikenakan tilang,” ujarnya.

Pihaknya menegaskan masih akan terus melakukan penertiban pajak kendaraan. Namun, dirinya enggan membeberkan lokasi mana saja yang akan menjadi supaya para pengendara tidal menghindarinya.

Sementara itu, Kanit Turjawali Lalu Lintas Polres Gowa, Ipda Abdul Hakim yang turut hadir dalam penertiban tersebut meminta pengendara untuk membayar pajak agar tidak terkena tilang.

“Dari pada bayar dua kali, kena tilang dan juga bayar pajak, lebih baik bayar pajak di tempat saja,” ujarnya.

Sebagaimana aturan kendaraan yang tidak dilengkapi dengan STNK yang sah dapat dilakukan tilang sesuai dengan Pasal 288 UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dan dapat dikenakan pidana dengan kurungan maksimal 2 bulan atau didenda maksimal Rp 500 ribu. (**)