Nasib Jemaah Tak Jelas, Hamzah Mamba Dinilai Tak Kooperatif

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Hamzah Mamba, mantan CEO PT Abu Tours telah mendekam di Rutan Klas 1 Makassar sejak 20 Juli 2018.

Terhitung, sudah 20 hari Hamzah Mamba mendekam di rumah tahanan tersebut, Rabu, 8 Juli 2018.

Kepala Kejaksaan Negeri Makassar, Dicky Rahmat Raharjo mengungkapkan, tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) masih melakukan perampungan berkas dakwaan Hamzah Mamba.

Proses perampungan dakwaan bos Abu Tour yang telah menelantarkan puluhan ribu jemaahnya perlu sangat hati-hati.

“Berkas dakwaan perkaranya masih mau kita ekspos dulu, sebelum kita limpahkan. Rencana pekan depan berkas dakwaannya kita ekspos bersama pimpinan,” ujarnya pada Rabu, 8 Agustus 2018.

Dalam kasus tindak pidana pencucian uang yang terjadi di lingkup perusahaan Abu Tours, selain menyeret Hamzah Mamba, juga menyeret istrinya, Nursyariah Mansyur, dan dua orang lainnya, yakni, Muhammad Kasim dan Chaeruddin.

Namun, ketiganya masih mendekam di rutan Mapolda Sulsel menunggu berkas perkara mereka rampung.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani menyebutkan, pihaknya akan secepatnya melimpahkan ketiga tersangka tersebut ke kejaksaan.

“Kita akan percepat P21. Kita tunggu waktu saja, mudah-mudahan kejaksaan tidak mengeluarkan P19 lagi, kalau dikeluarkan, yah tentu kita lengkapi lagi,” ujar Dicky Sondani, Rabu, 8 Agustus 2018.

Sampai saat ini, pihak penyidik Ditreskrimsus Polda Sulsel masih terus mengusut aset-aset Hamzah Mamba yang diduga masih tersebar.

Total, sampai saat ini, aset Hamzah Mamba yang telah disita, jika dirupiahkan sudah mencapai Rp210 milyar lebih. Namun, apabila dikalkulasikan dari total kerugian jemaah yang mencapai angka 1,8 triliun, angka tersebut masih sangat sedikit.

Pihak penyedik Ditreskrimsus Polda Sulsel pun sedikit kewalahan melacak aset-aset Hamzah Mamba.

Dicky Sondani menyebutkan, penyidik harus berusaha keras lantaran Hamzah Mamba yang tidak kooperatif dalam menunjukkan asetnya.

“Hamzah Mamba ini tidak kooperatif untuk menceritakan berapa dia punya aset, dia tertutup sekali. Makanya proses untuk mengambil asetnya dia ini tidak gampang, bisa jadi asetnya ini dititip di keluarganya, di saudaranya, dicuci lagi dan dimasukkan lagi ke rekening yang lain,” sambung Dicky Sondani.

Teranyar, penyidik telah menyita uang sebesar Rp1,6 miliyar dari salah satu aset Hamzah Mamba yang diuangkan.

Angka tersebut adalah kalkulasi dari sebuah rumah mewah di Perumahan Citra Land, Jalan Aroepala, Kabupaten Gowa. Sementara, pihak penyidik sedang menelusuri dana sebesar Rp1 miliyar dari salah satu rekening di salah satu bank milik pemerintah.

“Kita dapat info, kita akan sita dari salah satu bank plat merah,” tambah Dicky Sondani.

Sementara tim Jaksa Penuntut Umum dan Penyidik Ditreskrimsus Polda Sulsel terus bekerja, 86.720 jemaah Abu Tours yang batal berangkat umroh belum menemui kejelasan nasib.

Dicky Sondani pun menyebut, akan kembali melakukan musyawarah dengan pihak Kementerian Agama serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait nasib para jemaah.

“Kalau disahkan nanti, aset yang telah disita polisi ini diserahkan kepada negara, dan negara melelang. Kemungkinan negara yang akan mengembalikan aset tersebut kepada jemaah yang batal berangkat, kita harapkan demikian,” pungkas Dicky Sondani. (**)