Terungkap, Ini Motif Dibalik Bunuh Diri Pria 19 Tahun di Makassar

Kakek Yoshua Flint Figerald, Kustomo (berbaju putih garis-garis) saat ditemui di rumah duka, Senin, 20 Agustus 2018

Kakek Yoshua Flint Figerald, Kustomo (berbaju putih garis-garis) saat ditemui di rumah duka, Senin, 20 Agustus 2018. (foto dokumentasi).

MAKASSAR, DJOURNALIST.com  –  Kesedihan mendalam menyelimuti Kustomo (69), kakek Yoshua Flint Figerald (19) yang ditemukan gantung diri di kamarnya, Senin, 20 Agustus 2018. Kustomo yang merupakan pensiunan pegawai TVRI tersebut menuturkan, polisi yang melakukan olah TKP menemukan secarik kertas di dompet cucunya tersebut.

“Ada kertas ditemukan di dompetnya, dia mengaku menyesal, minta maaf sama Opa sama Oma, katanya dirinya menyusahkan saja,” ujar Kustomo.

Dari penuturan Kustomo, Yoshua tidak tinggal bersama kedua orang tuanya sejak kecil. Dirinyalah yang merawat Yoshua. Ditambahkan, Yoshua tumbuh menjadi anak yang manja dibawah asuhannya.

Baca Juga:

    “Anaknya manja. Dia lahir itu, saya di puncak karir. Apapun inginnya, saya penuhi,” sambung Kustomo.

    Diketahui, Yoshua putus sekolah pada saat duduk di bangku kelas 2 SMP. Keseharian Yoshua pun disebutkan Kustomo, bahwa di siang hari menghabiskan waktu untuk tidur dan malam.hari bermain game.

    “Mungkin karena itu dia minta maaf dan merasa merepotkan. Saya menyesal juga mengetahuinya,” pungkas Kustomo.

    Di usia senja Kustomo, dirinya harus menerima kenyataan bahwa cucu yang disayangnya harus meninggalkan dirinya dengan cara yang naas.