Meninggal Dunia, Bawaslu Makassar Segera Lakukan Pleno PAW Nur Mutmainnah

Ketua Bawaslu Sulsel Laode Arumahi

Ketua Bawaslu Sulsel Laode Arumahi.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com  –  Setelah mengalami penyakit stroke, Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Makassar, Nur Mutmainnah meninggal dunia pada pukul 04.00 Wita pagi tadi, Sabtu 25 Agustus 2018.

Oleh karena itu, Bawaslu akan segera melakukan rapat pleno untuk menentukan pengganti posisi Nina sapaan almarhumah.

“Setahu saya itu akan diganti, tapi untuk mekanismenya sebaiknya dikonfirmasi langsung ke Bawaslu Provinsi (Sulsel),” kata Nursari, selaku ketua Bawaslu Kota Makassar, saat dikonfirmasi via telepon.

Ketua Bawaslu Sulsel, La Ode Arumahi pun membenarkan hal tersebut. Ia menjelaskan bahwa pengganti akan ditetapkan berdasarkan nomor urut.

“Sudah ada mekanisme bagi yg berhalangan tetap, seperti meninggal dunia melalui pergantian antar waktu (PAW). Biasanya penggantinya berdasarkan nomor urut peringkat berikutnya,” jelasnya saat di konfirmasi.

Namun, ia juga tidak tahu pasti akan yang akan menggantikan posisi Nur, pasalnya yang mengetahui dan menetapkan ranking pada saat penyeleksian yaitu Bawaslu Pusat.

“Yang meranking itu adalah Bawaslu RI. Jadi kita tidak tahu siapa. Untuk mengganti, Bawaslu Kota Makassar harus melakukan rapat pleno,”

Dalam rapat pleno Bawaslu Kota Makassar tersebut akan dibuatkan surat permohonan PAW ke Bawaslu RI melalui Bawaslu Provinsi.

“Harus melakukan pleno duku untuk mengajukan permohonan PAW. Jadi, Bawaslu Pusat yang akan membuka kembali berkasnya seleksi kemarin, karena memang sudah ada lima nama cadangan yang disiapkan,”katanya.