Warga Ujung Tanah Keluhkan Pasokan Air PDAM

Sejumlah warga Kaluku Bodoa, Kecamatan Tallo mengantri air bersih. Belakangan daerah ini mengalami kekeringan dan pasokan air bersih.

Sejumlah warga Kaluku Bodoa, Kecamatan Tallo mengantri air bersih. Belakangan daerah ini mengalami kekeringan dan pasokan air bersih.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Musim kemarau berkepanjangan mulai dirasakan warga di beberapa wilayah di Kota Makassar. Salah satunya di wilayah Barukang Utara, Kelurahan Cambayya, Ujung Tanah Makassar.

Salah satu warga, Risal mengaku, ia dan warga lainnya harus membawa jergen air kerumah-rumah warga yang memiliki sumber air untuk mendapatkan air bersih.

“Iya, kita harus bawa jergen untuk diisi air karena air di rumahnya tidak mengalir. Per jergen itu kita bayar Rp1.000, malah kalau ditempat yang lain biasa bayar Rp2. 000 sampai Rp5.000” kata Risal, Rabu 29 Agustus 2018.

Baca Juga:

    Senada Harnani mengaku mulai mengalami kekeringan pasca lebaran Idul Fitri, tepatnya Juli lalu. Belum lagi ketersedian air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) tidak memadai dan tidak layak konsumsi.

    “Air PDAM itu kotor, warnanya hitam kayak air got. Jadi tidak bisa dipake masak. Mau tidak mau  kalau mau mandi terpaksa paket air itu, tapi kalau untuk masak kita paket air galon,” ungkapnya.

    Sebelumnya warga telah melaporkan perihal kebutuhan air bersih tersebut, akan tetapi belum direspon dari pihak PDAM Kota Makassar.

    ” Kita juga minta-minta sama warga yang punya air bor. Air PDAM itu kita tetap bayar, Rp70 ribu- Rp100 ribu,” tambahnya.

    Meski tidak layak digunakan, warga tetap membayar iuran PDAM dan terpaksa menggunakan air tersebut untuk keperluan mandi dan mencuci.

    Belum lagi, warga harus merogoh kantong untuk membeli air bersih di kampung sebelah untuk keperluan masak.

    Sementara itu, hal yang sama juga terjadi di wilayah Kaluku Bodoa, Kecamatan Tallo. Ketersediaan air bersih kerap dikeluhkan warga. Terutama saat memasuki hari-hari besar seperti jelang Ramadan dan Hari Raya.

    ” Ini hal yang biasa di daerah kami. Setiap Ramadan atau dekat lebaran hingga hari lebaran daerah kami selalu seperti ini. Bayangkan, kami mau pergi shalat idul fitri/idul adha, mau mandi pagi- pagi tapi air tidak mengalir.  Tidak tau kenapa, suka sekali kering disaat dibutuhkan,”kata Evi warga Jalan Sinassara.(**)