Aset Abu Tours Akan Dikembalikan ke Korban Calon Jemaah

Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Tarmizi saat ditemui di Kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Rabu, 29 Agustus 2018. (foto: hardiansyah).

Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Tarmizi saat ditemui di Kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Rabu, 29 Agustus 2018. (foto: hardiansyah).

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Tarmizi, menerima perwakilan Aliansi Nasional Korban Abu Tours di Kantor Kejati Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Rabu, 29 Agustus 2018.

Kedatangan Aliansi Nasional tersebut terkait wacana seluruh barang bukti aset milik CEO Abu Tours, Hamzah Mamba yang bakal dikembalikan ke para korban calon jemaah yang batal berangkat.

“Ada wacana khusus barang bukti dikembalikan ke yang berhak, nanti kita lihat siapakah yang berhak mewakili. Banyak cara yang harus dilakukan, yang jelas rencana kami dulu akan konsultasikan ke Kejagung,” ujar Tarmizi, saat ditemui pasca melakukan pertemuan dengan beberapa orang dari Aliansi.

Ditambahkannya, dari hasil konsultasi dari Kejagung, bahwa sudah diberi arahan agar seluruh barang bukti dikembalikan kepada yang berhak.

Walau demikian, dirinya menyebutkan bahwa tidak mungkin seluruh aset yang disita diserahkan ke 86 ribu lebih jemaah yang jadi korban.

“Perlu terbentuk satu wadah yang mewakili ini. Wadah ini adalah keterwakilan seluruh jemaah dan berkoordinasi dengan penyidik,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Aliansi Nasional Korban Abu Tours, Amran Aminullah, mengapresiasi niat Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan. Pihaknya tetap menghendaki bahwa seluruh jemaah yang batal berangkat mesti diberangkatkan.

“Caranya, kita harus menyita seluruh aset yang ada terus kita kembalikan ke institusi yang berwenang. Juga, kita akan meminta bantuan jemaah, untuk meminta selisih dana, minimal 5 juta atau sekian yang tidak memberatkan jemaah,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya pun sudah melakukan pertemuan dengan Komisi VIII DPR RI untuk menganggarkan ke APBN untuk membantu jemaah.

“Itu sudah kita minta, ada dana abadi umat  sebesar Rp 1,1 triliun, itu yang mau diambil sebagian,” sambungnya.

Sebagaimana diketahui, sebanyak 86.720 calon jemaah umroh menjadi korban Abu Tours. Saat ini, pihak Ditreskrimsus Polda Sulsel telah menetapkan 4 tersangka terkait tindak pidana pencucian uang dana jemaah umroh. Dua diantaranya telah dilimpahkan ke Kejaksaan. (**)