Satu Tewas, Polisi Periksa Pemilik Laundry

Plt Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Diari Astetika

Plt Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Diari Astetika.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com  –  Polrestabes Makassar terus mengusut kasus ledakan setrika uap di laundry CV Cahaya Abadi, Jalan Tekukur, Kamis, 6 September 2018 lalu. Saat ini, pemilik laundry, YN, telah menjalani pemeriksaan di Mapolrestabes Makassar.

“Statusnya sudah dinaikkan dari lidik ke sidik, terlapornya pemilik laundry,”ujar Pelaksana tugas (Plt) Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Diari Astetika, Sabtu, 8 September 2018.

Sebagaimana diketahui, ledakan tersebut menewaskan satu orang, yakni Arnol Ikirawan. Pihak kepolisian yang menyelidiki kasus tersebut menemukan adanya kelalaian sehingga menyebakan seseorang meninggal dunia.

“Kami sangkakan dia pasal 359 atau pasal 118 KUHP. Kelalaian yang ada itukan yang meledak ketel uap yang semestinya dipanasi diberi air, hasil uap itulah yang mengalir ke setrika. Karena tidak diisi air, sehingga kelebihan tekanan dan panas sehingga meledak,” jelas Diari Astetika.

Sampai saat ini, pihak kepolisian telah menyita sedikitnya 9 barang bukti dan memeriksa sedikit 7 saksi terkait hal tersebut. Termasuk pemilik laundry, YN.

“Kami terkendala di pihak keluarga korban yang belum bisa dimintai keterangan,” sambungnya.

Sementara, Diari Astetika menambahkan, terkait penyalahgunaan tabung gas bersubsidi, pihaknya masih mendalami hal tersebut. Pihaknya enggang serta-merta menyimpulkan adanya pelanggaran di ranah tersebut.

“Untuk itukan kita harus konek ke BP Migas, Petamaina dan Dinas Perindustrian Kota Makassar. Dimana ada aturan-aturan baru yang harus kami dalami termasuk, untuk usaha mikro menengah dan kecil itu bisa tidak menggunakan gas subsidi,” terangnya.

Lebih lanjut, pengambilan keputusan terkait hal tersebut berada di tangan Dinas Perindustrian Kota Makassar.