Seorang Nenek di Gowa Tewas Ditebas Cucunya yang Mengidap Gangguan Jiwa

Surat keterangan dokter Rumah Sakit Dadi Makassar nomor 440 terkait pelaku Munawir mengidap gangguan jiwa.

Surat keterangan dokter Rumah Sakit Dadi Makassar nomor 440 terkait pelaku Munawir mengidap gangguan jiwa.

GOWA, DJOURNALIST.com – Sangkala, barangkali tidak menyangka bahwa orang tuanya, Daeng Cami (70) meregang nyawa di tangan anaknya, Nawir (25), pada Jumat, 7 September 2018 kemarin. Selain neneknya, Nawir juga nyaris jadi malaikat maut untuk ibu tirinya, Daeng Zohrah (49).

Berdasarkan kronologis kejadian yang diperoleh, bahwa sore naas itu di Kampung Bulo-bulo, Kecamatan Bontolempangan, Kabupaten Gowa. Nawir baru saja bangun dari tidur siangnya dan keluar rumah.

Di luar rumah, Daeng Cami dan Daeng Zohrah sedang bercengkrama. Tanpa musabab, Nawir langsung mengayungkan parang ke arah dua orang tersebut.

Baca Juga:

    Alhasil, Daeng Cami meninggal di tempat dengan luka sangat parah. Sementara, Daeng Zohrah, masih dalam keadaan kritis sampai hari ini, Minggu, 9 September 2018.

    “Sempat dibawa ke Puskesmas setempat dan dibawa ke Rumah Sakit Syekh Yusuf Gowa, dan kini dirawat di Rumah Sakit Ibnu Sina, Makassar,” jelas Kasubag Humas Polres Gowa, AKP Tambunan.

    Pasca menebas dua orang keluarganya, Nawir sampai saat ini belum diamankan dan keberadaannya belum diketahui.

    Ditambahkannya, bahwa anak dari Sangkala tersebut menderita gangguan jiwa dan pernah dirawat di Rumah Sakit Dadi Makassar sebanyak 2 kali berdasarkan surat keterangan dokter Rumah Sakit Dadi Makassar nomor 440.

    “Pelaku sempat dirawat di Rumah Sakit Dadi Makassar dan dua kali lari dari rumah sakit,” jelas AKP Tambunan.(**)