Berkas Perkara Tersangka Pembakaran 1 Keluarga di Makassar Belum Rampung

Plt Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Diari Astetika.

Plt Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Diari Astetika.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Sampai saat ini, pihak Polrestabes Makassar belum menjadwalkan pelimpahan tersangka pembakaran rumah di Jalan Tinumbu lorong 166B.

Sudah nyaris sebulan para pelaku mendekam di rutan Polrestabes Makassar pasca diamankan. Namun, pihak Polretabes Makassar masih terus mengupayakan perampungan berkas para pelaku.

Rencananya, 2 berkas perkara dari tiga pelaku,  yakni otak dari pembunuhan berencana, Akbar Daeng Ampuh (32) dan dua elsekutor yang tergabung dalam satu berkas perkara, Andi Muhammad Ilham Ashari (21) dan Zulkifli Amir (23) akan segera dirampungkan.

“Secepatnya setelah kita resume akan kita limpahkan. Saat ini masih tahap resume,” ujar Plt Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Diari Astetika, Sabtu, 8 September 2018.

Sementara, untuk kasus penganiayaan yang menimpa salah satu korban, Fahri (24), terkendala pada enggannya keluarga korban untuk dilakukan otopsi.

“Untuk LP penganiayaan terkendala otopsi, kita belum bisa menyimpulkan adanya dugaan penganiayaan, tapi kita berupaya dengan rekontruksi,” sambung Diari Astetika.

Sebagaimana diketahui, sebelum meninggal terbakar, Fahri sempat dikeroyok oleh orang suruhan Akbar Daeng Ampuh, yakni Haidir (25), Wandi (23), dan Ridwan (23) dua hari sebelum kejadian naas itu terjadi.

Kejadian tersebut, masih dari rentetan piutang narkotika yang terjadi antara Fahri dan Akbar Daeng Ampuh senilai Rp29 juta, yang sebelumnya diakui Akbar Daeng Ampuh cuma 10 juta.

Sebelumnya, pihak Polrestabes Makassar telah melakukan rekontruksi pada Selasa, 4 September 2018 kemarin terkait kebakaran yang menewaskan satu keluarga pada Senin, 6 Agustus 2018 lalu.

Seluruh yang terjadi pada saat rekontruksi, menurut Diari Astetika telah sesuai dengan fakta yang ditemukan di lapangan serta hasil BAP para tersangka.

Para tersangka pembakaran pun dijerat dengan pasal 340 KUHP subsider 187 KUHP juncto pasal 55 KUHP dengan hukuman mati atau oenjara seumur hidup.

“Tentu otak pembakarannya lebih berat, tapi itu pertimbangan hakim,” pungkas Diari Astetika, yang juga menjabat sebagai Kasatres Narkoba Polrestabes Makassar. (**)