Polisi Sudah Temukan Korban Penyekapan Anak di Bawah Umur di Makassar

Salah satu anak yang disekap di Ruko Mirah Seruni FF, yang sempat melarikan diri, A (12) berhasil ditemukan pihak kepolisian, Senin malam, 17 September 2018. Ditemukannya anak tersebut, berdasarkan keterangan ibu asuhnya, Mei (31), yang mendatangi P2TP2A yang mengaku mencari anaknya.Salah satu anak yang disekap di Ruko Mirah Seruni FF, yang sempat melarikan diri, A (12) berhasil ditemukan pihak kepolisian, Senin malam, 17 September 2018. Ditemukannya anak tersebut, berdasarkan keterangan ibu asuhnya, Mei (31), yang mendatangi P2TP2A yang mengaku mencari anaknya.

Salah satu anak yang disekap di Ruko Mirah Seruni FF, yang sempat melarikan diri, A (12) berhasil ditemukan pihak kepolisian, Senin malam, 17 September 2018. Ditemukannya anak tersebut, berdasarkan keterangan ibu asuhnya, Mei (31), yang mendatangi P2TP2A yang mengaku mencari anaknya.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com  –  Salah satu anak yang disekap di Ruko Mirah Seruni FF, yang sempat melarikan diri, A (12) berhasil ditemukan pihak kepolisian, Senin malam, 17 September 2018. Ditemukannya anak tersebut, berdasarkan keterangan ibu asuhnya, Mei (31), yang mendatangi P2TP2A yang mengaku mencari anaknya.

Berdasarkan keterangan dari Panit 2 Reskrim Polsek Panakkukang, Ipda Robert Hariyanto Siga, bahwa A diamankan di rumah Ibu Ani, di Jalan Toddopuli 6.

“Kita jemput di sana. Karena keterangan dari ibu Mei bahwa anak tersebut ada di sana,” jelas Ipda Robert Hariyanto Siga.

Sementara itu, Kepala Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Andi Tenri Palallo, membenarkan bahwa anak tersebut telah berada di P2TP2A.

“Anak tersebut sudah ditemukan, di rumah ibu asuhnya yang dulu. Dibawa oleh pihak kepolisian. Untuk keadaannya, tidak jauh beda dengan adik-adiknya, ada banyak bekas luka,” jelas Andi Tenri Palallo.

Dijelaskannya, bahwa A mengaku, pasca kabur dari sekapan ibu asuhnya, Mei, dirinya hendak kembali ke ibu asuhnya yang dulu.

Untuk penanganan selanjutnya, pihak P2TP2A sendiri akan mengurus ke tiga anak tersebut, sementara untuk kasus penyekapan dan penganiayaannya akan diserahkan ke Unit PPA Polrestabes Makassar.