Kadis PPA: Anak Tersebut Tidak Mau Lagi Bertemu Mei

Kepala Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak Kota Makassar, Andi Tenri Palallo

Kepala Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak Kota Makassar, Andi Tenri Palallo

MAKASSAR, DJOURNALIST.com  –  Pihak P2TP2A, pasca kejadian pasca kejadian penyekapan dan penganiayaan anak di bawah umur yang terjadi di Jalan Mirah Seruni, Makassar akan fokus mendampingi para korban, Senin, 17 September 2018. Melalui Kepala Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak Kota Makassar, Andi Tenri Palallo menyebutkan akan mencarikan sekolah untuk dua anak A dan F.

“Sekarang ini kita fokus carikan sekolah untuk A dan F. Sementara untuk D, kita carikan ibu asuh. Sekarang status ketiga anak tersebut adalah anak negara,” jelas Andi Tenri Palallo.

Sementara, untuk kondisi ke tiga anak tersebut saat pertama ditemukan, rata-rata memiliki bekas luka yang diduga adalah akibat dari penyiksaan yang dilakukan ibu asuhnya, Mei (31). Andi Tenri Palallo menambahkan, bahwa ke tiga anak tersebut sudah enggang lagi bertemu dengan Mei.

Baca Juga:

    “Ketika ditanya apa masih mau ketemu sama Ibunya, mereka semua bilang sudah tidak mau,” pungkas Andi Temri Palallo.

    Sebagaimana diketahui, aksi penyekapan dan penganiayaan tersebut terungkap ketika ada laporan dari warga sekitar di Jalan Mirah Seruni. Pihak P2TP2A pun langsung bergerak mengamankan para anak tersebut.

    Aksi tersebut, bukan cuma sekali terjadi. Menurut Satgas PPA Kementerian PP, Ardiand Arnold menyebutkan bahwa aksi tersebut adalah kedua kalinya.

    “Pernah pada 2017 lalu, saat pelaku masih ngontrak di Jalan Veteran. Pelaku yang sama dengan korban yang sama,” jelas Ardian Arnold.

    Saat ini, kasus dugaan penyekapan dan penyiksaan tersebut telah ditangani oleh Unit PPA Polrestabes Makassar. Mei sendiri telah diamankan di Mapolresfabes dan dimintai keterangannya, serta pihak kepolisian sendiri telah melakukan olah TKP.