Polisi Tetapkan Tersangka Ibu Asuh Penyekapan Anak di Makassar

Proses olah TKP yang dilakukan di Jalan Mirah Seruni terkait kasus penyekapan dan penganiayaan anak di bawah umur.

Proses olah TKP yang dilakukan di Jalan Mirah Seruni terkait kasus penyekapan dan penganiayaan anak di bawah umur (dokumentasi).

MAKASSAR, DJOURNALIST.com  –  Polrestabes Makassar telah menetapkan Meilania Detaly da Silva alias Mei (31), sebagai tersangka kasus penyekapan dan penganiayaan tiga orang anak di Makassar, Selasa, 18 September 2018. Tujuh orang saksi telah diperiksa, hasil visum terhadap korban telah keluar dari Rumah Sakit Bhayangkara, serta beberapa alat bukti ditemukan penyidik di lokasi kejadian saat melakukan olah TKP.

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Wirdhanto Hadicaksono menyebutkan, motif Mei melakukan penelantaran terhadap A (12), F (6), dan D (2) lebih terkait persoalan ekonomi yang melilitnya.

“Dengan menurunnya tingkat kesejahteraan tersangka, tentunya beban kehidupan dengan 3 anaknya tentunya disatu sisi tidak mampu memenuhi kelayakan dari aspek pendidikan dan ekonomi,”ujar Kompol Wirdhanto Hadicaksono.

Korban, A (12), yang semestinya sudah duduk di kelas 5 sekolah dasar tersebut sudah tidak lagi mengeyam pendidikan selama 2 tahun terakhir. Sementara unsur penganiayaan yang terjadi, masih merupakan imbas dari terpiruknya ekonomi keluarga tersebut, mengingat Mei merupakan orang tua tunggal untuk ke tiga anaknya tersebut.

“Pelaku seorang diri mengasuh tiga orang anaknya, tentunya lebih banyak mengedepankan unsur kekerasan dalam mendisiplinkan anaknya,” sambung Wirdhanto.

Bentuk kekerasan tersebut diperkuat dengan banyaknya bekas luka di tubuh korban. Dijelaskan, bekas luka tersebut, berdasarkan hasil visum lebih banyak diakibatkan oleh benda-benda tumpul. Sementara untuk digaan sulutan rokok di tubuh korban, sebagaimana pengakuan korban, hal tersebut tidak tampak dari hasil visum.

“Untuk sulutan rokok, berdasarkan hasil visum belum ditemukan luka bakar tapi lebih merupakan pengakuan korban,” sambung mantan Kasubdit 2 Ditreskrimsus Polda Sulsel tersebut.

Akibat dari perbuatannya, Mei pun dikenakan pasal 77B juncto pasal 76B, pasal 80 ayat 1 juncto pasal 76C Undang-undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang perlindungan anak dan pasal 44 ayat 1 Undang-undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang PKDRT, dengan hukuman penjara maksimal 5 tahun penjara.