Ratapan ABG BeeTalk Bertarif Rp500 Ribu di Makassar

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Pilihan hidup untuk menjajakan diri melalui sosial media BeeTalk terpaksa dijalani IM untuk membiayai hidupnya sehari-hari. Kini, perempuan berusia 17 tahun itu mengaku hidup sebatang kara setelah diterpa konflik keluarga yang harus diterimanya. Bapak dan ibunya telah bercerai.

Kedapatan bersama seorang lelaki di Wisma Akik Hijau, Makassar, saat pihak kepolisian melakukan penggerebakan Selasa 18 September 2018, IM mengakui jika dirinya acap menjajakan dirinya di media sosial BeeTalk dengan alasan untuk mencari biaya hidup. “Mau makan. Satu kali main tarifnya itu Rp500 ribu,” aku IM.

Meski demikian, IM membantah jika lelaki yang didapati bersamanya itu adalah pelanggan dari transaksi BeeTalk. IM pun berdalih jika lelaki bersamanya saat penggerebakan ialah kekasihnya. “Dia itupacar saya. Dia lenih memilih saya dari keluarganya, makanya dia diusir,” cerita IM.

Senada dengan pengakuan IM, GB yang cuma mengenyam pendidikan hingga bangku SMP mengaku bahwa awal menjajakan dirinya di Bee Talk lantaran ikut-ikutan. Selain faktor biaya hidup, mengingat dirinya cuma tinggal bersama neneknya di Makassar. “Bapak di Kalimantan, tidak pernah kirim uang,” jelasnya.

Dalam penggerebekan ini, pihak kepolisian dari Polsek Panakkukang mengamankan tiga anak yang menjadi korban prostitusi online. Masing-masing, IM (17), GB (15), dan SC (15). Diduga kuat, ketiga anak tersebut dijajakan di media sosial Bee Talk oleh seorang waria bernama Sultan alias Eva (20). (**)