SMSI Gelar Diskusi Bersama Caleg Perempuan

Hadirkan Calon Legislatif (Caleg) perempuan Makassar, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Selatan akan menggelar Diskusi Politik, di Warkop Dottoro, Jl Boulevard, Sabtu 22 September 2018.

Hadirkan Calon Legislatif (Caleg) perempuan Makassar, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Selatan akan menggelar Diskusi Politik, di Warkop Dottoro, Jl Boulevard, Sabtu 22 September 2018.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Hadirkan Calon Legislatif (Caleg) perempuan Makassar, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Selatan akan menggelar Diskusi Politik, di Warkop Dottoro, Jl Boulevard, Sabtu 22 September 2018.

Diskusi tersebut mengangkat tema “Caleg Perempuan Bicara Parlemen”. Sementara yang bertindak sebagai pembicara yaitu, Sherly Farouk (Caleg Partai Golkar), Indira Mulyasari Paramastuti (Caleg Partai NasDem), Shinta Mashita Molina (Caleg Partai Hanura), dan panelis Komisioner KPU Sulsel, Uslimin.

Diskusi ini akan dipandu wartawan senior sekaligus Dewan Penasehat SMSI Sulsel Anno Suparno.

Baca Juga:

    Sekretaris SMSI Sulsel Andi Nurseven mengatakan, jika diskusi politik ini merupakan program kerja dari SMSI Sulsel. Diskusi seperti ini rencanannya akan digelar secara rutin tiap bulannya dengan tema yang berbeda.

    Terkait tema sentral yang diangkat pada diskusi yang membahas tentang caleg  perempuan tersebut, kata Seven memang sengaja diambil mengingat tahapan Pileg saat ini tengah berjalan. Terlebih partai harus mengisi 30 persen kuota caleg di parlemen.

    “Kita tentunya tidak ingin para caleg perempuan ini hanya sebatas melengkapi kuota atau yang sering kita dengar dengan istilah paganna-ganna’. Terlebih kita tahu bahwa pemilih perempuan lebih besar dibandingkan laki-laki,” kata Seven, Kamis 20 September 2018.

    Seven, juga menjelaskan bahwa diskusi nanti akan mengupas tantangan dan peluang caleg perempuan di Parlemen.

    “Harapan kita tentunya dengan diskusi ini ada gambaran umum apa yang akan dilakukan para caleg perempuan jika kelak terpilih nanti, khususnya dalam mengawal aspirasi kaum perempuan,” jelasnya.(**)