Buron 4 Tahun, Lelaki yang Bunuh Istrinya di Sudiang Menyerahkan Diri

Kapolsek Biringkanaya, Kompol Nugraha memegang barang bukti, saat mendampingi Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Wirdhanto Hadicaksono merilis pengungkapan tersangka pembunuhan 4 tahun silam di Mapolrestabes Makassar, Selasa, 25 September 2018. ( foto:hardiansyah)

Kapolsek Biringkanaya, Kompol Nugraha memegang barang bukti, saat mendampingi Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Wirdhanto Hadicaksono merilis pengungkapan tersangka pembunuhan 4 tahun silam di Mapolrestabes Makassar, Selasa, 25 September 2018. ( foto:hardiansyah)

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Kasus pembunuhan di Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Makassar pada 2014 lalu akhirnya terungkap.

Adalah AJ alias M (31) Buron 4 Tahun, yang menjadi tersangka dan buron selama 4 tahun.

“Kasus pembunuhan yang terjadi pada 2014 lalu dengan tersangka AJ alias M. Penangkapan tersangka berdasarkan hasil koordinasi pihak Polsek Biringkanaya Polrestabes Makassar dengan Polres Ketapang, Kalimantan Barat,” ujar Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Wirdhanto Hadicaksono, saat merilis penangkapan tersangka tersebut di Mapolrestabes Makassar, Selasa, 25 September 2018.

Baca Juga:

    Diketahui, pembuhan tersebut terjadi pada 16 Oktober 2014. Di mana, AJ membunuh istrinya sendiri, yakni HM (25). Hal tersebut dipicu oleh rasa cemburu dan curiga AJ, terhadap istrinya.

    “Sebelumnya memang antara korban dan tersangka sudah sering bertengkar. Puncaknya, ketika tersangka hendak memeriksa ponsel korban dan akun Facebooknya, tapi korban menolak,” sambung Kompol Wirdhanto Hadicaksono.

    Lebih lanjut, pasca mendapat penolakan dari istrinya untuk memeriksa ponselnya, tersangka pun langsung mengambil senjata tajam jenis parang.

    “Tersangka pun melakukan penganiayaan dengan membacok bagian leher dan perut korban. Seketika korban pun meninggal dunia,” terang manatan Kasubdit II Ditreskrimsus Polda Sulsel tersebut.

    Pasca melakukan aksinya, pelaku pun melarikan diri ke berbagai kota di Indonesia. Sampai akhirnya menyerahkan diri di Polres Ketapang.

    Tersangka sendiri pun dikenakan pasal 44 ayat 3 Undang-undan KDRT, dan pasal 338 KUHP dengan ancaman bui seumur hidup atau paling lama 20 tahun penjara. (**)