KPID Sulsel Gelar Diskusi: Wujudkan Pemilu Damai

Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Selatan menggelar diskusi dengan tema Peran lembaga penyiaran dalam mewujudkan pemilu damai, di Hotel Whize Prime, Jalan Sultan Hasanuddin, Kamis 27 September 2018.

Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Selatan menggelar diskusi dengan tema Peran lembaga penyiaran dalam mewujudkan pemilu damai, di Hotel Whize Prime, Jalan Sultan Hasanuddin, Kamis 27 September 2018.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com  –  Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Selatan menggelar diskusi dengan tema Peran lembaga penyiaran dalam mewujudkan pemilu damai, di Hotel Whize Prime, Jalan Sultan Hasanuddin, Kamis 27 September 2018.

Diskusi pemilu damai yang dipimpin Ketua KPID Sulawesi Selatan, Mattewakkang ini menghadirkan empat narasumber dari stakeholder yakni Faisal Amir (KPU Sulsel), Saiful Jihad (Bawaslu Sulsel), Waspada Santing, dan Luhur Prianto (Akademisi).

Ketua KPID Sulawesi Selatan, Mattewakkang mengantar diskusi menjelaskan KPID Sulawesi Selatan ingin media Penyiaran bisa berlaku adil, sehat dan mengedepankan kualitas dalam penyiaran politik, khususnya pada Pemilu 2019 mendatang. “Media Penyiaran diharapkan menjadi wadah pendidikan politik yang mencerdaskan dengan mengedepankan kepentingan publik,”ujar Mattewakkang.

Sedangkan Komisioner Bawaslu Sulawesi Selatan,Saiful Jihad mengatakan di Pemilu 2019, Sulawesi Selatan masuk daerah kategori rawan dari 34 Provinsi.

“Tingkat kerawanan kita berada diurutan sembilan,”katanya.

Menurutnya, ini menjadi tanggung jawab bersama untuk menjaga Sulawesi Selatan tetap aman dan damai. “Tidak hanya tanggung jawab penyelenggara pemilu. Peran media pun sangat dibutuhkan,”ucapnya.

Sedangkan Komisioner KPU Sulawesi Selatan, Faisal Amir menambahkan, di Pilakada 2018 kemarin Sulsel masuk dalam zona merah. Tapi pada akhir pelaksanaan mendapat penghargaan pilkada ketiga terbaik dari seluruh Indonesia.

“Disinilah peran kita bersama untuk tetap menjaga Sulsel tetap aman dan damai,”katanya.