Masuk Kategori Rawan di Pemilu 2019, Bawaslu Sulsel Siapkan Pengawasan di Tiap TPS

Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Selatan menggelar diskusi dengan tema Peran lembaga penyiaran dalam mewujudkan pemilu damai, di Hotel Whize Prime, Jalan Sultan Hasanuddin, Kamis 27 September 2018.

Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Selatan menggelar diskusi dengan tema Peran lembaga penyiaran dalam mewujudkan pemilu damai, di Hotel Whize Prime, Jalan Sultan Hasanuddin, Kamis 27 September 2018.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com  –  Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulawesi Selatan, Saiful Jihad mengatakan, pihaknya akan melakukan pengawasan di setiap tempat pemungutan suara (TPS) pada Pemilu 2019 mendatang. Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi berbagai bentuk kecurangan yang bakal terjadi. Setelah Sulawesi Selatan masuk dalam daftar tingkat kerawanan diatas rata-rata nasional.

“Kami akan tempatkan satu pengawas di tiap TPS,”ujar Saiful seusai menghadiri diskusi pemilu damai yang digelar oleh KPID Sulsel di Hotel Whize Prime, Jalan Sultan Hasanuddin, Kamis 27 September.Diketahui jumlah TPS di Sulawesi Selatan dalam Pemilu 2019 sebanyak 26.143.

Selain melakukan pengawasan, tentu mengintensifkan penguatan kapasitas bekerjasama dengan kepolisian dan masyarakat.Sebab kata Saiful berdasarkan hasil Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) 2019 yang diluncurkan Bawaslu RI di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa 25 September 2018. Sulawesi Selatan berada diurutan kesembilan dari 34 provinsi.

“Indeks kerawanan kita berada diurutan kesembilan,”katanya.

Di Sulawesi Selatan, Saiful menambahkan, ada beberapa daerah yang masuk kategori rawan. Misalnya Kota Makasar, Palopo, dan Kabupaten Tana Toraja.

“Indeks kerawanan pemilu (IKP) 2019 sendiri diukur berdasarkan empat dimensi. Yaitu, sosial politik, penyelengaraan yang bebas dan adil, kontestasi, serta partisipasi pemilih,”tuturnya.

Meski IKP cukup tinggi, tapi ia berharap tidak dijadikan sebuah ancaman. Tetapi dijadikan motivasi agar bisa diantisipasi.