Pesawat Hercules Evakuasi Masyarakat Sulteng ke Sulsel

Pasca gempa dan tsunami yang melanda Sulawesi Tengah pada Jumat, 28 September 2018 kemarin, sejumlah masyarakat Sulawesi Tengah diungsikan ke Sulawesi Selatan, Sabtu, 29 September 2018. Sebanyak 225 masyarakat Sulawesi Tengah tiba di Makassar, sekitar pukul 16.00 WITA, menggunakan pesawat Hercules.

Pasca gempa dan tsunami yang melanda Sulawesi Tengah pada Jumat, 28 September 2018 kemarin, sejumlah masyarakat Sulawesi Tengah diungsikan ke Sulawesi Selatan, Sabtu, 29 September 2018. Sebanyak 225 masyarakat Sulawesi Tengah tiba di Makassar, sekitar pukul 16.00 WITA, menggunakan pesawat Hercules.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com  –  Pasca gempa dan tsunami yang melanda Sulawesi Tengah pada Jumat, 28 September 2018 kemarin, sejumlah masyarakat Sulawesi Tengah diungsikan ke Sulawesi Selatan, Sabtu, 29 September 2018. Sebanyak 225 masyarakat Sulawesi Tengah tiba di Makassar, sekitar pukul 16.00 WITA, menggunakan pesawat Hercules.

“Sebangak 225 masyarakat Sulteng diungsikan di Sulsel. Mereka diangkut menggunakan pesawat Hercules. Pemprov telah menyiapkan fasilitasi dengan menyediakan tempat, tenaga medis, dapur umum di Asrama Haji Sudiang,” ujar Pj Sekda Sulsel, Tautoto Tanaranggina.

Hal tersebut merupakan intrusksi dari Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah. Olehnya, Tautoto Tanaranggina pun melakukan koordinasi dengan Kabinda Sulsel dan Danlanud Sultan Hasanuddin.

Baca Juga:

    “Kami harus memastikan mereka dalam kondisi sehat, baik, dan kebutuhannay terpenuhi. Sebagian pengungsi yang tiba, ada yang melanjutkan perjalanannya ke Jakarta, dan sebagian lagi dijemput keluarganya yang ada di Makassar,” sambung Tautoto.

    Pememrintah Provinsi Sulawesi Selatan terus merespons cepat bencana yang terjadi di Sulawesi Tengah dengan mengirimkan bantuan tenaga dan logistik.

    Pemprov Sulsel melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel mendirikan posko informasi bencana gempa bumi dan tsunami Donggala Palu, di Gedung Pusdalops PB BPBD Provinsi Sulsel yang terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan KM 11 Tamalanrea, Makassar.

    Bagi masyarakat atau pihak yang membutuhkan informasi terkait gempa dan tsunami tersebut dapat menghubungi petugas piket, Andi Asriadi Taddampali di nomor telepon 085341099919 dan Hasriadi di nomor telepon 085396595150.

    Dari data yang dirilis BNPB, yang diterima Djournalist.com sampai berita ini diturunkan, sebanyak 384 orang meninggal dunia, 540 orang mengalami luka, dan 29 orang dinyatakan hilang.