RS Wahidin Sudirohusodo Tolak Pembesuk yang Bawa Embel-embel Partai Politik

Suasana di depan Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo, Senin, 1 Oktober 2018.

Suasana di depan Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo, Senin, 1 Oktober 2018.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Pihak Rumah Sakit Wahudin Sudirohusodo, telah mengantisipasi kepentingan politik yang ingin memanfaatkan momen bencana yang terjadi di Sulawesi Tengah.

Melalui Direktur Pelayanan Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo, Mansyur Arif, dirinya menolak keras segala apapun yang berbau politik, terkait korban bencana dari Sulawesi Tengah.

“Kami tidak ingin, bencana ini ditunggangi situasi politik. Tapi sebelum ke sini, ada anggota dewan dengan menggunkan logo politik datang, saya bilang tidak, dia mau masuk ketemu pasien,” jelas Arif Mansyur, saat menggelar jumpa pers di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo, Senin, 1 Oktober 2018.

Hal yang dihindari pihak rumah sakit, yakni dimanfaatkannya situasi bencana ini menjadi jualan politik. Apa lagi, sangat rawan disalahgunakan apabila seseorang dengan embel-embel partai bertemu dengan pasien dan disebarluakan.

“Bayangkan kalau dia masuk jabat tangan sama pasien dan itu disalahgunakan, itu sangat rawan dan itu blowup dan itu tidak boleh siapa pun dan apa pun partainya,” sambung Mansyur Arif.

Walau demikian, jika mengaku mencari kerabat dari oknum tersebut, pihak rumah sakit telah menyiapkan media center untuk sumber informasi.

Ditambahkan Mansyur Arif, kalau pun ada oknum yang mengaku dari anggota dewan, tentu dirinya tidak akan membawa embel-embel partainya, sebab dia adalah wakil rakyat.

“Semalam ada anggota dewan, tapi tidak membawa atribut partai,” cerita Mansyur Arif.

Sebagaimana diketahui, pasca gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah, Jumat, 28 September 2018 lalu sebagian korban dievakuasi ke Makassar.

Per Senin,  1 Oktober 2018, sampai pukul 12.00 WITA, ada 38 korban yang dirawat di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo. (**)