Sempat Mendapat Perawatan di RS Wahidin, Dua Korban Gempa dan Tsunami Palu Meninggal

Direktur Pelayanan Medik dan Perawatan, Mansyur Arif didampingi Humas Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo, Nur Adzan, saat menggelar jumpa pers di Ruang Media Center RSWS, Selasa, 2 Oktober 2018. (foto: hardiansyah)

Direktur Pelayanan Medik dan Perawatan, Mansyur Arif didampingi Humas Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo, Nur Adzan, saat menggelar jumpa pers di Ruang Media Center RSWS, Selasa, 2 Oktober 2018. (foto: hardiansyah).

MAKASSAR, DJOURNALIST.com  –  Proses evakuasi korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah masih terus berlangsung, Selasa, 2 Oktober 2018. Sebagian besar korban bencana tersebut dievakuasi ke Makassar, Sulawesi Selatan.

Salah satu tujuannya adalah Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo, Makassar. Total, ada 75 orang korban yang telah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo, pasca dievakuasi pada Minggu, 30 September 2018.

“Kemarin, hari kedua itu, menurun drastis korban yang kami terima. Kan kita tahu hari pertama itu 38, hari kedua itu cuma 15. Terkendala diproses evakuasi di bandara,” jelas Direktur Pelayanan Medik dan Perawatan, Mansyur Arif, saat menggelar jumpa pers di Ruang Media Center Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo, Selasa, 2 Oktober 2018.

Dari data yang disebutkan tersebut, sampai hari ini, Selasa, 2 Oktober 2018, sudah ada dua korban bencana gempa dan tsunami Sulawesi Tengah yang meninggal di RSWS.

“Kemarin kan satu. Senin malam itu ada lagi yang meninggal. Itu bayi baru lahir di sini, kondisi ibunya buruk, terlebih bayinya yang juga buruk dan tidak bisa tertolong. Tapi, ibunya selamat,” sambung Mansyur Arif.

Pihak RSWS sendiri menyebutkan, bahwa kebanyakan korban yang dibawa ke RSWS adalah korban yang menderita patah tulang. Olehnya, proses operasi ortopedi masij terus berlangsung.

“Total operasi hari ini 4, masih kita lanjutkann hari ini 9 operasi,” tambah Masyur Arif.

Namun, sejumlah korban telah sebagian dipulangkan lantaran kondisi kesehatannya yanng semakin membaik.