Pasokan Obat-obatan dan Alat Penunjang Medis di RS Wahidin Mulai Menipis

Direktur Pelayanan Medik dan Perawatan, Mansyur Arif didampingi Humas Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo, Nur Adzan, saat menggelar jumpa pers di Ruang Media Center RSWS, Selasa, 2 Oktober 2018. (foto: hardiansyah)

Direktur Pelayanan Medik dan Perawatan, Mansyur Arif didampingi Humas Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo, Nur Adzan, saat menggelar jumpa pers di Ruang Media Center RSWS, Selasa, 2 Oktober 2018. (foto: hardiansyah).

MAKASSAR, DJOURNALIST.com  –  Logistik medik dan non-medik Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo mulai menipis. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Medik dan Keperawatan Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo, Mansyur Arif, saat menggelar jumoa pers di Ruang Media Center RSWS, Selasa, 2 Oktober 2018.

“Aspek logistik kami mulai menipis. Obat-obatan, termasuk alat-alat non medis penunjang, sepertinmasker operasi dan sarung tangan operasi. Kami sementara pesan di rekanan,” ujar Mansyur Arif.

Dirinya mengimbau kepada masyarakat atau pun perusahaan dan lembaga yang hendak memberikan bantuan ke Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo yang diperuntukkan untuk korban, agar tidak sekadar pakaian dan minuman.

Baca Juga:

    “Terutama yang perusahaan, dia punya CSR, boleh barangkali bantuan berupa peralatan medis,” sebutnya.

    Namun, Mansyur Arif menyarankan, agar tidak memberikan bantuan berupa uang tunai. Sebab, ada administrasi yang berbelit-belit yang mesti dilalui, sementara penanganan pasien korban bencana justru sesegera mungkin.

    “Lebih bagus, apa yang dibutuhkan rumah sakit dikomunikasikan. Lalu diserahkan dalam bantuan hibah, itukan bisa langsung digunakan kepada korban,” tambahnya.

    Selain itu, dalam menunjang proses penanganan korban gempa dan tsunami Sulawesi Tengah yang dievakuasi ke Makassar, terutama di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo tersebut, sejumlah tenaga medis sukarelawan dari luar provinsi akan turut membantu.

    “Kita akan kedatangan tenaga medis dari Jember. Ahli beda umum, ahli ortopedi, ahli anastesi, perawat ok, dan perawat anastesi,” jelasnya.

    Meski akan kedatangan bantuan tenaga medis, tapi pihak RSWS sendiri memiliki tenaga medis yang memadai. Namun, untuk mengantisipasi lonjokan korban gempa dan tsunami dari Sulawesi Tengah, maka dilakukan antispasi.

    “Karena di sini adalah dokter spesialis, maka yang datang itu kita distribusikan ke sejumlah rumah sakit yang ada di Makassar. Tim yang akan datang tersebut lengkap membawa peralatan. Kita optimis tidak ada pasien terlantar,” tegas Mansyur Arif.