20 Relawan PANI, LMPI Sulsel dan Garda Indonesia Menuju Palu

Pasukan Adat Nusantara Indonesia (PANI) Sulsel, Laskar Merah Putih Indonesia (LMPI) Sulsel dan Garda Indonesia mengirimkan 20 relawan dengan membawa bantuan untuk korban tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.

Pasukan Adat Nusantara Indonesia (PANI) Sulsel, Laskar Merah Putih Indonesia (LMPI) Sulsel dan Garda Indonesia mengirimkan 20 relawan dengan membawa bantuan untuk korban tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Pasukan Adat Nusantara Indonesia (PANI) Sulsel, Laskar Merah Putih Indonesia (LMPI) Sulsel dan Garda Indonesia mengirimkan 20 relawan dengan membawa bantuan untuk korban tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.

Para relawan yang dipimpin langsung Andi Syamsuddin dari Garda Indonesia memilih jalur darat meski banyak informasi yang berkembang sangat rawan dengan adanya penjarahan.

Menurut Andi Syamsuddin, mereka sebenarnya bukan melakukan penjarahan, tapi kondisi yang membuat hal tersebut harus mereka lakukan untuk mempertahankan hidup bersama keluarga.

“Kami memilih untuk membawa langsung bantuan dengan harapan bisa mengetahui lebih nyata sesungguhnya bagaimana kondisi yang ada di sana, sehingga kami bisa memetakan kebutuhan apa yang mendesak untuk segera diadakan. Sebab, hampir semua informasi menyebutkan bahwa logistik semakin menipis”, jelas Andi Syam, Selasa 2 Oktober 2018.

Lebih lanjut Andi Syamsuddin menjelaskan bahwa tidak meratanya distribusi bantuan yang datang menjadi salah satu masalah terjadi di Palu.

“Beberapa informasi yang sudah kami dapatkan bahwa distribusi bantuan tidak merata, maka dengan hadirnya kami di lokasi kejadian, semoga bisa membantu meminimalisir kondisi tersebut untuk tidak terjadi lagi. Kami akan membuat posko-posko yang menampung distribusi dari posko induk di Makassar, sehingga jelas arah bantuan yang akan dituju. Lebih tepat sasaran”, tambahnya.

Ketua LMPI Sulsel, Andi Nur Alim yang akrab dipanggil Bongkar menjelaskan, bahwa relawan dikirim untuk membantu relawan lainnya di Palu agar distribusi kebutuhan korban bisa merata.

“Relawan yang dikirimkan sebanyak 20 orang untuk membantu korban dan para relawan lainnya, sekaligus mengawal bantuan yang sudah dikumpulkan selama dua hari ini,” terang Bongkar.

Menurut Bongkar, pengiriman relawan akan dilakukan secara bergantian dengan menyesuaikan dengan kebutuhan di Palu dan Donggala.

“Pengiriman relawan direncanakan secara bergantian, sehingga mampu mengakomodir banyak hal dengan tidak mengganggu aktivitas rutin teman-teman”, tambahnya.

Bantuan yang dibawa ke Palu berupa makanan cepat saji, minuman, pakaian, popok, susu untuk anak-anak, beras dan gula.(**)