Ini Dia Pemenang Kusala Sastra Khatulistiwa 2018

Malam penganugrahan Kusala Sastra Khatulistiwa 2017/2018 diselenggarakan di Plaza Senayan, Rabu malam, 10 Oktober 2018. Anugrah sastra paling bergengsi si Indonesia tersebut, yang sebelumnya bernama Khatulistiwa Literary Award kini memasuki tahun ke 18.

Malam penganugrahan Kusala Sastra Khatulistiwa 2017/2018 diselenggarakan di Plaza Senayan, Rabu malam, 10 Oktober 2018. Anugrah sastra paling bergengsi si Indonesia tersebut, yang sebelumnya bernama Khatulistiwa Literary Award kini memasuki tahun ke 18.

MAKASSAR,DJOURNALIST.com  –  Malam penganugrahan Kusala Sastra Khatulistiwa 2017/2018 diselenggarakan di Plaza Senayan, Rabu malam, 10 Oktober 2018. Anugrah sastra paling bergengsi si Indonesia tersebut, yang sebelumnya bernama Khatulistiwa Literary Award kini memasuki tahun ke 18.

Jika sebelum-sebelumnya Kusala Sastra Khatulistiwa cuma memberikan penghargaan untuk dua kategori, prosa dan puisi, kini sudah ada tiga kategori. Yakni kategori karya pertama atau kedua. Kategori tersebut sudah dimasukkan pada penganugrahan musim sebelumnya.

Penghargaan untuk karya pertama dan kedua, diberikan kepada novel Ibu Susu karya Rio Johan. Di mana, novel tersebut mampu mengalahkan 4 karya yang masuk dalam 5 besar, yakni Manifesto Flora karya Cynthia Hariadi, Ovulasi yang Gagal karya Putu Vivi Lestari, Buku Panduan Matematika Terapan karya Triskaidekaman, dan Cuaca Buruk Sebuah Puisi karya Ibe S Palogai.

Baca Juga:

    Penghargaan untuk kategori karya puisi diberikan kepada Museum Masa Kecil karya Avianti Armand. Museum Masa Kecil tersebut mampu menyingkirkan empat karya lainnya, yakni Perawi Rempah karya Ahmad Yulden Erwin, Batu Ibu karya Warih Wisatsana, Manurung karya Faisal Oddang, dan Rekaman Terakhir Beckett karya Ari Pahala Hutabarat.

    Sementara, untuk pemenang kategori karya prosa diraih oleh novel Kura-kura Berjanggut karya Azhari Ayyub. Novel setebal bantal tersebut mampu menyingkirkan empat karya pesaingnya, yakni Tiba Sebelum Berangkat karya Faisal Oddang, Muslihat Musang Emas karya Yusi Avianto Pareanom, Laut Bercerita karya Leila S Chudori, dan Gentayangan karya Intan Paramaditha.

    Pemenang Kusala Sastra Khatulistiwa
    -Kategori puisi: Museum Masa Kecil karya Avianti Armand
    -Kategori prosa: Kura-kura Berjanggut karya Azhari Ayyub
    -Kategori karya pertama dan kedua: Ibu Susu karya Rio Johan