Mayat Tanpa Identitas di Kantor PU Sulsel Diduga Dibunuh

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Wirdhanto Hadicaksono saat ditemui di lokasi kejadian, halaman Kantor Dinas PU Sulsel, Jalan AP Pettarani, Jumat, 12 Oktober 2018. (foto: hardiansyah)

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Wirdhanto Hadicaksono saat ditemui di lokasi kejadian, halaman Kantor Dinas PU Sulsel, Jalan AP Pettarani, Jumat, 12 Oktober 2018. (foto: hardiansyah)

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Mayat laki-laki tanpa identitas yang ditemukan di halaman Kantor Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sulawesi Selatan di Jalan AP Pettarani telah dievakuasi ke Instalasi Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, Jumat, 12 Oktober 2018.

Menurut Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Wirdhanto Hadicaksono, mayat laki-laki yang ditaksir berusia 20 tahun tersebut meninggal akibat dianiaya.

“Penyebab kematiannya ada ditemukan empat luka tusuk di bagian punggung korban menggunakan benda tajam dan pihak kepolisian sudah menemukan benda tajam tersebut, berupa pisau di lokasi terpisah ditemukannya mayat tersebut,” ujar Kompol Wirdhanto Hadicaksono, Jumat, 12 Oktober 2018.

Meski tanpa identitas, Wirdhanto menyebutkan ciri-ciri umum dari korban. Yakni, korban memiliki tinggi sekitar 156 cm dan berat sekitar 50 kg, berkulit sawo matang, berambut ikal lurus dengan warna yang dicat.

Korban ditemukan dengan menggunakan sweater berwarna merah bercorak hitam lengan panjang merk risingstar, celana jeans selutut, menggunakan ikat pinggang dengan logo serigala, serta menggunakan gelang stenless warna perak.

Sementara, di tubuh korban terdapat koloid, daging tumbuh di sekujur tubuh korban. Seperti lutut kiri, lengan kanan, dan bahu kiri. Terdapat juga bekas luka lengan kiri dan betis kiri bagian belakang.

“Kita sudah melakukan olah TKP dan memeriksa saksi-saksi di TKP. Kita juga sudah menyebar identitas korban dengan harapan masyarakat mengetahui dan segera menginformasikannya,” sambung mantan Kasubdit II Ditreskrimsus Polda Sulsel.

Terkait beberapa luka di tubuh korban, Wirdhanto menyebutkan bahwa kemungkinan besar luka tersebut baru akibat dari benturan lantai di TKP.

“Kita masih dalami itu, apakah itu bekas sereten ataukah benturan di TKP,” sambung Wirdhanto.

Lebih lanjut, mayat tersebut diduga meregang nyawa sekitar dua setengah jam yang lalu ketika ditemukan. Sementara, Wirdhanto menambahkan, bahwa mayat tersebut pertama kali ditemukan sekitar pukul 05.30 WITA oleh seorang perempuan petugas kebersihan.

Dari pantauan Djournalist.com, ada beberapa warga yang mendatangi TKP untuk memastikan apakah korban adalah keluarganya atau bukan. Namun, dari sekian warga yang datang, seluruhnya tidak mengenal korban. (**)