Event F8 Makassar Dimanfaatkan untuk Panen Duit, Tarif Parkir Capai Rp25 Ribu

Pagelaran acara F8 di Makassar.

Pagelaran acara F8 di Makassar.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Mahalnya tarif parkir menjadi keluhan pengunjung event Makassar Internasional Eight Festival and Forum (F8) 2018. Bahkan event yang diprakarsai oleh Pemkot Makassar tersebut dinilai telah dimanfaatkan oleh oknum juru parkir dalam meraup keuntungan.

Dari laporan masyarakat, tarif parkir dalam event yang dimaksudkan sebagai ajang promosi Makassar tersebut mencapai hingga Rp25 per mobil. Sedangkan untuk kendaraan roda dua ditarif Rp10 ribu hingga Rp15 ribu.

“Iya masa tarif parkir sampai seperti ini. Ada yang 20ribu adapula yang sampai Rp25 ribu. Kita ini hanya ingin menonton acara ini. Inikan sudah tidak wajar, karena ada yang mencari keuntungan lewat F8 ini,” kata Yusuf, salah seorang pengunjung F8, yang ditemui Djournalist.com.

Mendapati laporan masyarakat terkait parkir di event F8 tersebut membuat legislator DPRD Makassar berang. Seperti yang diungkapkan Anggota Komisi B DPRD Makassar, Hasanuddin Leo. Menurutnya PD Parkir Makassar Raya, tidak mempunyai kemampuan menejerial dalam menata sebuah organisasi.

“Kalau hal ini bisa diatasi lebih awal kemudian terjadi di masyarakat saya kira ini menjadi bahan evaluasi dari owner untuk melihat kinerja dari Direksi PD Parkir. Saya bisa katakan bahwa kinerja direksi PD Parkir sangat buruk,” ungkapnya.

Mengingat, pada F8 bukanlah yang pertama kali. Maka dari itu, kata Leo, PD Parkir harus bisa memahami sistem untuk memberikan pelayanan maksimal terhadap masyarakat.

“Kalau yang begini saja tidak bisa diatasi dengan baik bagaimana dengan sebuah perusahaan dengan skala keseluruhan masyarakat mampu memberi kinerja yang baik,” jelasnya.

Melihat kondisi tersebut, dapat dikatakan bahwa PD Parkir tak dapat berjalan sendiri. Perlu kerjasama dengan stageholder lainnya dalam mengatasi masalah ini.

“Kedepan PD Parkir harus menata organisasi dengan konsep yang baik sehingga mampu memberikan pelayanan ke masyarakat dengan baik pula,” tutupnya. (**)