Gempa & Tsunami Sulteng, Pelindo IV Terima 1.300 Ton Bantuan untuk Disalurkan

Gempa & Tsunami Sulteng, Pelindo IV Terima 1.300 Ton Bantuan untuk Disalurkan.

Gempa & Tsunami Sulteng, Pelindo IV Terima 1.300 Ton Bantuan untuk Disalurkan.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) hingga 11 Oktober 2018 sudah melayani 20 kapal yang sandar di Pelabuhan Pantoloan dan membawa 1.300 ton bantuan untuk didistribusikan kepada korban gempa dan tsunami Sulawesi Tengah.

Direktur Utama PT Pelindo IV (Persero), Farid Padang mengatakan, total bantuan yang dibawa menggunakan 20 kapal tersebut berasal dari perusahaan milik BUMN, swasta dan kelompok masyarakat lainnya.

“Bantuan tersebut belum termasuk bantuan dari Presiden RI, Joko Widodo sebanyak 2 kontainer ukuran 20 feet dan 5 kontainer yang dibawa menggunakan KRI melalui Pelabuhan Balikpapan dan akan disalurkan langsung oleh Pasukan Brimob kepada korban gempa dan tsunami Sulteng,” terang Farid.

Adapun, 20 kapal yang membawa 1.300 ton bantuan tersebut antara lain kapal milik PT Pelni, KRI, kapal milik swasta dan Kapal Navigasi De Brill.

Bangun Rumah Sementara

Sementara itu, Farid mengungkapkan, bahwa Pelindo IV bersama 6 BUMN lainnya, yakni Bank Mandiri, BNI, BRI, PT PLN, PT Pertamina dan Wijaya Karya diperintahkan langsung oleh Menteri BUMN, Rini M. Soemarno untuk segera membangun shelter atau rumah tempat penampungan sementara bagi para pengungsi korban gempa dam tsunami di Sulteng.

“Saat berkunjung dan melihat langsung kondisi di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah pada Rabu (10 Oktober 2018), Menteri BUMN langsung memerintahkan Pelindo IV bersama 6 BUMN lainnya untuk segera membangun rumah penampungan sementara “BUMN Hadir untuk Negeri”, khususnya di Kabupaten Sigi, tepatnya di Desa Jono Oge dan Sibalaya.”

Selain rumah penampungan sementara lanjut Farid, Menteri BUMN juga memerintahkan 7 BUMN ini untuk membangun MCK, terutama di dua desa tersebut di Kabupaten Sigi yang mengalami kerusakan parah akibat gempa dan tsunami Sulteng.

Dia menyebutkan, rumah penampungan sementara yang akan dibangun seperti yang ada di Lombok saat ini.

“Di mana rumah penampungan sementara yang akan dibangun di Desa Jono Oge berkapasitas 300 orang dan yang akan dibangun di Desa Sibalaya berdaya tampung 100 orang,” tukas Farid. (**)