Peran Bupati Selayar Diabaikan Dalam Kasus KMP Lestari Maju, Polda Sulsel Pastikan Hanya Ada 3 Tersangka

Persitiwa karamnya KMP Lestari Maju di perairan Selayar. (foto: ist)

Persitiwa karamnya KMP Lestari Maju di perairan Selayar. (foto: ist)

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Peran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Selayar sama sekali tidak dikaitkan dalam kasus karamnya KMP Lestari Maju yang menelan 36 korban meninggal dunia. Sebagaimana diketahui pengoperasian setiap kapal yang beroperasi di perairan Selayar tersebut harus melalui rekomendasi dari pemerintah dalam hal ini bupati.

Namun Selasa, 16 Oktober 2018, pihak Polda Sulsel telah merampungkan berkas perkara kasus karamnya KMP Lestari Maju tersebut yang sebelumnya 2 kali ditolak oleh pihak Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan.

“Kasusnya (KMP Lestari Maju) sudah P21 kemarin. Tersangkanya tetap tiga orang dan tidak ada penambahan,” kata Kombes Pol Dicky Sondani, Kabid Humas Polda Sulsel, saat ditemui pasca pemusnahan barang bukti narkotika di Mapolda Sulsel, Selasa, 16 Oktober 2018.

Ketiga tersangka tersebut adalah pemilik KMP Lestari Maju, Hendra Yuwono, nakhoda kapal, Agus Susanto, dan perwira syahbandar Pelabuhan Bira, Kuat Maryanto. Ketiganya dianggap bertanggungjawab atas 36 nyawa yang hilang lantaran karamnya KMP Lestari Maju di perairan Pamatata, Kepulauan Selayar pada Selasa, 3 Juli 2018 lalu.

Rencananya, ketiga tersangka dan barang bukti dalam waktu dekat ini akan dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan.

“Suratnya sudah ditebusi oleh Kejati, Mungkin dalam minggu ini tersangka dan barang bukti akan kita serahkan ke Kejati,” sambung Kombes Pol Dicky Sondani.

Sebelumnya, Anti Corruption Comite Sulawesi berharap Ditreskrimsus Polda Sulsel mestinya memeriksa Bupati Selayar, Basli Ali. Hal itu didasarkan pada peran Basli Ali dalam memberikan rekomendasi pengoperasian KMP Lestari Maju.

“Tentu, peran bupati tidak bisa diabaikan begitu saja. Bupati memiliki tanggung jawab di sini. Sebelum keluar rekomendasi tentunya disertai dengan pengecekan fisik, kelayakan beroperasi atau tidak, serta dokumen-dokumen yang dianggap penting,” kata Kadir Wokanubun, Wakil Direktur ACC Sulawesi, belum lama ini.

Dalam kasus tersebut tiga tersangka yakni, Agus Susanto dan Kuat Maryanti, dijerat dengan pasal 303 KUHP subsider pasal 117 KUHP junto pasal 359 KUHP serta pasal 302 KUHP subsider pasal 122 junto pasal 359 KUHP. Sedangkan pemilik KM Lestari Maju, Hendra Yuwoni dijerat dengan pasal 359 KUHP juncto pasal 310 subsider pasal 135 UU RI Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran. (**)