Syuting Film Dokumenter di Gowa, Lima WNA Diamankan Kantor Imigrasi Makassar

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Makassar, Andi Pallawarukka saat melakukan jumpa pers terkait penahanan WNA di Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Selatan, Jalan Sultan Alauddin, Kamis, 18 Oktober 2018.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Makassar, Andi Pallawarukka saat melakukan jumpa pers terkait penahanan WNA di Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Selatan, Jalan Sultan Alauddin, Kamis, 18 Oktober 2018.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Lima warga negara asing diamankan pihak Kantor Imigrasi Kelas I TPI Makassar.

Adalah Rezahd (37), warga berkebangsaan Australia, Sinan (26), Mustafa (29), Tahir Enes (33), dan Hakan (41) yang keempatnya merupakan warga negara Turki.

Lima orang warga negara asing tersebut diamankan di  Dusun Parangmaklengu, Desa Panakkukang, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa pada Rabu, 17 Oktober 2018 kemarin.

Pasalnya, mereka dianggap melakukan pelanggaran terkait dokumen perjalanannya ke Indonesia. Sebab, dari hasil pemeriksaan sementara visa yang digunakan kelimanya adalah bebas visa kunjungan singkat atau kunjungan wisata.

Sementara, mereka kedapatan melakukan pembuatan film dokumenter atau melakukan pekerjaan yang di luar dari ketentuan dari izin perjalanannya.

“Mereka melakukan kegiatan atau pekerjaan, dia melakukan syuting film di wilayah Gowa, dugaan kita itu pelanggarannya untuk sementara,” ujar Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Makassar, Andi Pallawarukka saat melakukan jumpa pers di Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Selatan, Jalan Sultan Alauddin, Kamis, 18 Oktober 2018.

Selain itu, sambung Andi Pallawarukka, para warga asing tersebut diketahui tidak melaporkan ke pemerintah daerah setempat dan Kantor Imigrasi terkait aktivitasnya.

“Berdasarkan dari laporan masyarakat, dan tim Pora, polisi pun langsung menindak dan menghubungi pihak imigrasi,” sambungnya.

Terkait dengan itu, pihak Kantor Imigrasi Makassar sendiri mendapati peralatan syuting lengkap yang digunakan para warga asing tersebut.

Dari pengakuan warga asing tersebut, sambung Pallawarukka, bahwa kegiatan pengambilam film dokumenter di wilayah Kabupaten Gowa tersebut terkait dari khazanah budaya dan kearifan lokal masyarakat setempat.

“Semuanya menggunakan passport kunjungan singkat. Ada yang satu orang masuk ke Indonesia pada 15 September 2018 dan 4 orang masuk itu pada tanggal 26 September 2018. Kita masih melakukan BAP,” tambahnya.

Pihak Kantor Imigrasi sendiri masih melakukan pemeriksaan terkait dengan aktivitas yang dilakukan kelima warga negara asing tersebut.

“Untuk pelanggarannya, jika pelanggarannnya tidak berat kita deportasi. Tapi mereka cukup kooperatif dan mengakui kesalahannya,” sambungnya.

Sebagaimana diketahui, salah satu di antara mereka adalah aktor di Turki, yakni Rezahd. Selain Kabupaten Gowa, ada beberapa pula tempat yang telah didatangi oleh warga negara asing tersebut, antara lain, Kabupaten Tana Toraja, Kabupaten Bulukumba, dan Kabupaten Jeneponto.

Sementara Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Sulsel, Kaharuddin, menyebutkan bahwa pihaknya telah membentuk tim pengawasan orang asing di seluruh wilayah kerja Kanwil Kemenkumham Sulsel.

“Personel irswasdakim kami terbatas, makanya kami bentuk tim pora. Kami juga mengharapkan peran siapaun apabila mengetahui ada aktivitas warga asing,” terang Kaharuddin. (**)