Kantor Cabang BRI Barru Dilaporkan ke Polda Sulsel, Ada Apa?

Kuasa Hukum Syarifuddin, Adillah Dinasty Syahfril memperlihatkan bukti laporan polisi di hadapan awak media pasca melaporkan dugaan penggelapan yang dilakukan oleh Kantor Cabang BRI Barru, Kamis, 18 Oktober 2018. (foto: hardiansyah)

Kuasa Hukum Syarifuddin, Adillah Dinasty Syahfril memperlihatkan bukti laporan polisi di hadapan awak media pasca melaporkan dugaan penggelapan yang dilakukan oleh Kantor Cabang BRI Barru, Kamis, 18 Oktober 2018. (foto: hardiansyah).

MAKASSAR, DJOURNALIST.com  –  Seorang nasabah bank Kantor Cabang BRI Barru, melaporkan dugaan tindak pidana penggelapan agunan yang dilakukan oleh Kantor Cabang BRI Barru ke Ditreskrimum Polda Sulsel, Kamis, 18 Oktober 2018. Adalah Syarifuddin (56), yang melaporkan hal tersebut lantaran merasa dirugikan.

Syarifuddin yang pernah mengambil pinjaman sebesar Rp 250.000.000 pada tahun 2005 di Kantor Cabang BRI Barru menjaminkan empat sertifikat tanah miliknya. Melalui kuasa hukum Syarifuddin, Adillah Dinasty Shyafril, menyebutkan bahwa kliennya telah melunasi kredit tersebut pada 2011.

“Dikembalikanlah 2 agunan tersebut, yang 2 lagi diakui sementara dicari. Dan klien kami dijanji terus. Sampai akhirnya, klien kami mendapatkan kabar kalau 2 sertifikat tersebut telah dilelang dan berpindah hak milik,” ujar Adillah Dinasty Shyafril saat ditemui di salah satu warung kopi di Makassar, Kamis, 18 Oktober 2018.

Baca Juga:

    Anehnya, sambung Shyafril, bahwa kliennya tidak pernah mendapatkan kabar bahwa 2 sertifikat hak milik yang dimasukkannya sebagai jaminan di bank telah dilelang.

    “Bahkan, klien kami berusaha mencari tahu sendiri, di cek ke Pengadilan Negeri Barru mengeluarkan surat penetapan lelang terkait objek tersebut,” beber Adillah.

    Diketahui, pihak Kantor Cabang BRI Barru sendiri diduga telah melakukan pelelangan sepihak, tanpa sepegetahuan Syarifuddin pada Desember 2009 lalu dan tanpa prosedur resmi. Di mana, dua sertifikat hak milik tersebut masing-masing bernomor 508 dengan luas tanah 4.480 meter persegi dan nomor 510 dengan luas 4.300 meter persegi, yang terletak di Desa Mangempang, Kecamatan Barru, Kabupaten Barru.

    “Jika sudah dilelang pada 2009 lalu, tapi mengapa pihak bank masih menerima pelunasan dari klien kami. Dan itu juga tidak pernah diberitahukan ke klien kami. Nah, itu ada apa?,” tambah Shyafril.

    Olehnya, pihaknya pun melaporkan tindakan yang diduga penggelapan oleh pihak Bank BRI Cabang Barru ke pihak kepolisian. Pihak kepolisian sendiri telah menerima laporan tersebut, berdasarkan LP-B/393/X/2018/SPKT tanggal 18 Oktober 2018.

    Syarifuddin sendiri, mengaku sangat kecewa dengan tindakan yang dilakukan pihak Bank BRI Cabang Barru. Menurutnya, dirinya yang sudah menjadi debitur selama 17 tahun di bank tersebut pun sangat dirugikan.

    “Saya berharap pihak kepolisian bisa mengusut penggelapan ini,” harapnya.