UMI Ambil Langkah Taktis Pasca Dua Kelompok Fakultas Teknik Bertikai

Kapolsek Panakkukang, Kompol Anamda Fauzi Harahap bersama pihak kampus UMI

Kapolsek Panakkukang, Kompol Ananda Fauzi Harahap bersama Wakil Rektor III UMI, Laode Husain, Jumat, 26 Oktober 2018.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com  –  Pihak Universitas Muslim Indonesia (UMI) mengambil langkah taktis untuk mengcegah konflik dua kelompok mahasiswa berkepanjangan. Wakil Rektor III UMI, Laode Husain mengatakan bahwa pihak kepolisian dilibatkan dalam melakukan penyisiran di wilayah kampus.

“Prinsipnya (penyisiran) dilakukan untuk mencegah terhadap tindakan kriminal yangg terjadi di kampus, barang-barang yang disita itu semua senjata tajam dan itu sangat berbahaya jika itu ada dalam lingkungan kampus,”ujar Husain, 26 Oktober 2018

Dirinya membenarkan bahwa hal tersebut diambil pasca terjadi aksi saling serang antara dua kelompok mahasiswa di lingkup Fakultas Teknik. Juga, beberapa tempat berkumpulnya mahasiswa ikut dibongkar dan dibuka paksa lantaran disinyalir menjadi “gudang” senjata tajam.

“Itu untuk melihat apa isinya di dalam, dan kenyatan ada barang bukti (sajam). Kita sangat prihatin dengan kejadian seperti ini, seharusnya mahasiswa dibekali dengan membawa pulpen, spidol, laptop, bukan membawa senjata tajam,” sebutnya.

Salah seorang petugas saat melakukan penyisiran di kampus UMI

Salah seorang petugas saat melakukan penyisiran di kampus UMI

Guru Besar Fakultas Hukum tersebut menegaskan, akan menindak tegas oknum mahasiswa yang menjadi dalang kekacauan tersebut. Skorsing, drop out, atau dikembalikan ke orang tua adalh sanksi yang menanti.”Setiap kejadian pasti kita berikan sanksi, sesuai dengan tingkat pelanggarannya,” sambungnya.

Sebagaimana diketahui, saling serang antara dua kelompok yang diduga berasal dari Cakrabuana dari Teknik Sipil dan Kelompok Tekpala dari Teknik Mesin pecah sekitar pukul 15.00 WITA. Tidak ada korban jiwa dalam insiden yang kembali mencoreng institut pendidikan tersebut, tapi sejumlah fasilifas dalam kampus rusak akibat terkena lemparan batu.

Pihak kepolsian yang melakukan penyisiran di dalam kampus pun menemukan sejumlah senjata tajam jenis parang dan anak busur serta bom molotov.