Duda ini Meregang Nyawa di Tangan Mantan Iparnya dan Kekasih Mantan Istrinya

seorang duda, Agus (28) harus meregang nyawa di tangan mantan kakak iparnya, Imran, adik iparnya, Irfan, dan kekasih mantan istrinya, Jack, Selasa, 30 Oktober 2018.

seorang duda, Agus (28) harus meregang nyawa di tangan mantan kakak iparnya, Imran, adik iparnya, Irfan, dan kekasih mantan istrinya, Jack, Selasa, 30 Oktober 2018.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Dendam membara kembali menjadi alasan untuk menghilangkan nyawa seseorang.

Di Makassar, seorang duda, Agus (28) harus meregang nyawa di tangan mantan kakak iparnya, Imran, adik iparnya, Irfan, dan kekasih mantan istrinya, Jack, Selasa, 30 Oktober 2018.

Dari keterangan Kasat Reskrim Polres Pelabihan Makassar, AKP Benny Pornika, kejadian naas tersebut bermula ketika Agus menemui mantan istrinya pada Sabtu malam, 27 Oktober 2018.

Saat itu, Agus diketahui memukul mantan istrinya. Hal tersebutlah yang memicu emosi para tersangka.

“Motifnya dendam. Karena pada malam Minggu, adik tersangka dipukuli oleh korban. Korban dicari pada pada malam Minggu oleh tersangka tapi tidak ketemu. Jadi malam tadi baru ketemu,” ungkap AKP Benny Pornika, Selasa, 30 Oktober 2018.

Pembunuhan keji tersebut berlangsung di Kompleks PU, Jalan Kalimantan, Kecamatan Ujung Tanah, sekitar pukul 01.15 WITA. Tubuhnya bersimbah darah akibat luka tusuk di sejumlah bagian tubuhnya. Luka tusuk di dada atau uluhati, di paha kiri, di siku kiri, dua di bagian betis kiri, lutut kanan, dan bahu kiri. Bahkan, mulut korban robek.

“Pasca melakukan aksinya, para tersangka pun melarikan diri. Namun, sekitar pukul 02.30 WITA, tersangka utama, yakni Imran menyerahkan diri di Polsek Tallo dan langsung dijemput oleh anggota,” sambung AKP Benny Pornika.

Sementara, satu pelaku lainnya, yakni Irfan ditangkap di kediamannya di Jalan Tinumbu lorong 149 sekitar pukul 06.00 WITA.

“Kita masih memburu satu lagi tersangka, yakni Jack, yang merupakan pacar dari mantan istri korban,” tambah AKP Benny Pornika.

Di lokasi kejadian, pihak kepolisian mengamankan barang bukti berupa 1 sepeda motor Suzuki, 1 ponsel, sepasang sandal jepit, dan 1 tas pinggang yang merupakan milik korban.

Sementara, dari tangan tersangka diamankan 1 sepeda motor Yamaha, 1 badik, dan 1 parang. (**)